Penulis Utama : Anis Nur Khasanah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S901208002
Tahun : 2014
Judul : Studi Keragaman Pisang Buah Domestik (Musa Paradisiaca) Di Banyuwangi Berdasarkan Penanda Morfologi Dan Kandungan Asam Folat
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2014
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi.Biosain-S901208002-2014
Subyek : PISANG BUAH DOMESTIK
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Pisang (Musa sp.) adalah tanaman buah herba budidaya, monokarpik, dan banyak tumbuh didaerah tropis dengan keragaman kultivar yang tinggi. Salah satu kota penghasil pisang terbesar di Indonesia adalah Banyuwangi. Buah pisang banyak mengandung vitamin, diantaranya adalah vitamin B9 (asam folat). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman pisang buah domestik (Musa paradisiaca) berdasarkan karakter morfologi dan kandungan asam folat. Penelitian morfologi dilakukan di lapangan dengan observasi langsung, terdiri dari penelitian kualitatif, diantaranya meliputi pengamatan terhadap warna batang, bentuk penampang tangkai daun dan buah, serta bentuk bunga dan warna buah. Untuk penelitian kuantitatif diantaranya meliputi pengukuran terhadap tinggi batang, lebar dan panjang daun, serta panjang buah. Adapun uji asam folat dilakukan dengan menggunakan prosedur kromatografi kolom. Data yang diperoleh dianalisis Index Similarity untuk keseragaman dan dilanjutkan dengan uji clustering untuk kekerabatan dengan menggunakan software UPGMANTSYS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 20 kultivar yang diteliti, terdapat variasi morfologi pada batang, daun, tandan bunga, serta buah. Kandungan asam folat cenderung lebih tinggi pada buah yang terdapat pada sisir bagian tengah tandan, kemudian disusul pada sisir bagian ujung dan bagian pangkal tandan. Nilai kandungan asam folat tertinggi ditemukan pada kultivar Byar (23.77 µg/100 gr), sedangkan nilai kandungan asam folat paling rendah ditemukan pada kultivar Kayu (7.91 µg/100 g). Berdasarkan data morfologi dan kandungan kimia asam folat buah, kemiripan paling tinggi adalah kultivar Susu dengan Kapas, Kayu dengan Lillin, dan Awak dengan Warangan dengan indeks kemiripan (79%), sedangkan kemiripan paling rendah adalah Kluthuk dengan Lemeneng dan Kapas dengan indeks kemiripan (32%). Adapun kekerabatan terdekat dimiliki oleh kultivar Kayu dengan Lilin, Susu dengan Kapas, dan Morosebo dengan Warangan pada koefisien kemiripan 0.79. Adapun kultivar Lemeneng memiliki kekerabatan terjauh dari 11 kultivar lainnya dalam kelompoknya pada koefisien kemiripan 0.56.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
cover.pdf
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
IMAGE0057.JPG
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Drs. Suranto, M.Sc., Ph.D
2. Drs. Marsusi, MS., Ph.D.,
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana