Penulis Utama : Nandyar Fisthi R.
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : K.1309056
Tahun : 2013
Judul : Eksperimentasi model pembelajaran berbasis pada pengembangan intuisi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi turunan ditinjau dari kreativitas belajar siswa kelas xi sma negeri 3 surakarta tahun ajaran 2012/2013
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-FKIP Jur. Pendidikan Matematika-K.1309056-2013
Subyek : INTUISI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran yang berbasis pengembangan intuisi lebih baik jika dibandingkan dengan konvensional, (2) Untuk mengetahui apakah siswa yang kreativitas belajarnya lebih tinggi mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada siswa dengan kreativitas belajar yang lebih rendah pada materi Turunan, (3) Untuk mengetahui apakah pada masing-masing kelompok siswa dengan kreativitas belajar tinggi, sedang, rendah, dengan menggunakan model pembelajaran yang berbasis pengembangan intuisi menghasilkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik bila dibandingkan dengan menggunakan model konvensional pada materi Turunan, dan (4) Untuk mengetahui apakah siswa yang kreativitas belajarnya lebih tinggi mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada siswa dengan kreativitas belajar yang lebih rendah pada model pembelajaran berbasis pada pengembangan intuisi maupun model pembelajaran konvensional pada materi Turunan. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimenal semu dengan desain faktorial 2 x 3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Surakarta tahun ajaran 2012/2013. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling dan kelas yang digunakan adalah 2 kelas, kelas XI IPA 7 sebagai kelas eksperimen (dengan model pembelajaran berbasis pada pengembangan intuisi) dan kelas XI IPA 6 sebagai kelas kontrol (dengan model pembelajaran konvensional). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode angket, dan metode tes. Metode dokumentasi yang berupa data nilai mid semester kelas XI semester 2 tahun ajaran 2012/2013 digunakan untuk uji keseimbangan. Metode angket digunakan untuk mendapatkan data kreativitas belajar siswa. Dan metode tes digunakan untuk mendapatkan data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi turunan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Untuk menguji apakah data populasi penelitian memenuhi distribusi normal dan homogen, ini digunakan uji Lilliefors dan metode Bartlett. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis pengembangan intuisi menghasilkan kemampuan pemecahan masalah yang secara signifikan lebih baik daripada pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada materi turunan (Fa = 4,9646 > 4,03 = Ftabel pada taraf signifikansi 5%), (2) Tingkat kreativitas belajar siswa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi turunan. Siswa dengan kreativitas belajar tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada siswa dengan kreativitas belajar sedang, dan siswa dengan kreativitas belajar sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada siswa dengan kreativitas belajar rendah pada materi turunan (Fb = 27,3271 > 3,18 = Ftabel pada taraf signifikansi 5%), (3) Pada masing-masing kategori kreativitas belajar tinggi, sedang, maupun rendah siswa yang diberikan materi pelajaran turunan dengan model pembelajaran berbasis pada pengembangan intuisi mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang secara signifikan lebih baik daripada siswa yang diberikan materi menggunakan model pembelajaran konvensional dalam materi turunan (Fab = 0,6712 < 3,18 = Ftabel pada taraf signifikansi 5%), dan (4) Untuk siswa yang kreativitas belajarnya lebih tinggi mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang secara signifikan lebih baik daripada siswa dengan kreativitas belajar yang lebih rendah pada model pembelajaran berbasis pada pengembangan intuisi pada materi Turunan. Hal ini juga berlaku pada pembelajaran dengan menggunakan model konvensional, untuk siswa yang kreativitas belajarnya lebih tinggi mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang secara signifikan lebih baik daripada siswa dengan kreativitas belajar yang lebih rendah pada materi Turunan (Fab = 0,6712 < 3,18 = Ftabel pada taraf signifikansi 5%). Kata Kunci: pembelajaran berbasis pada pengembangan intuisi, kemampuan pemecahan masalah, kreativitas belajar.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
cover.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
IMAGE0017.JPG
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dhidhi Pambudi, S.Si, M.Cs.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP