Penulis Utama : Testianto Hanung Fajar Prabowo
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : I.0609029
Tahun : 2014
Judul : Faktor - faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi industri lurik atbm di kabupaten klaten menurut pola persebarannya
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2014
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur. Perencanaan Wilayah dan Kota-I.0609029-2014
Subyek : INDUSTRI TENUN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah dengan potensi industri di Indonesia terutama di Kabupaten Klaten. Industri merupakan salah satu sektor terbesar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Klaten. Industri yang paling dominan adalah industri kecil yaitu sebesar 42 %. Perkembangan industri kecil di Kabupaten Klaten semakin meningkat ditandai dengan adanya pola persebaran yang semakin meluas dan jumlah industri yang semakin bertambah, terutama industri tenun lurik ATBM. Industri tenun lurik ATBM merupakan industri khas Kabupaten Klaten. Industri ini berkembang dari satu desa menjadi lima desa dengan jumlah usaha sebanyak 793 industri. Industri tersebut berkembang ke desa – desa perbatasan yang jauh dari wilayah perkotaan sejak pasca gempa dengan indikasi pola persebaran yang berbeda setiap wilayah desa. Padahal menurut prinsip teori Weber adalah bahwa penentuan lokasi industri ditempatkan di tempat-tempat yang resiko biaya atau biayanya paling murah atau minimal (least cost location). Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi industri tenun ATBM menurut pola persebarannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deduktif. Sampel yang digunakan sebanyak 266 industri. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis tetangga terdekat, teknik analisis pembobotan dan teknik analisis faktor menggunakan SPSS. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat dua pola persebaran yang berbeda yaitu pola menyebar pada enam wilayah persebaran dan pola mengelompok pada tiga wilayah persebaran. Faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pola menyebar yaitu lokasi bahan baku, lokasi tenaga kerja, permintaan pasar, lokasi pasar dan kualitas tenaga kerja. Sedangkan faktor yang mempengaruhi pola mengelompok adalah lokasi bahan baku, lokasi tenaga kerja, lokasi pasar, kualitas tenaga kerja, aglomerasi, organisasi, dan cara memperoleh bahan baku. Berdasarkan analisis faktor, pengaruh utama pada pemilihan lokasi pola mengelompok adalah organisasi dan pada pola menyebar adalah lokasi bahan baku dan lokasi tenaga kerja. Kata kunci : industri tenun, faktor - faktor lokasi industri, pola persebaran, Klaten,
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER PENELITIAN DAN DAFTAR ISI.pdf
BAB I PENDAHULUAN.pdf
BAB II LANDASAN TEORI.pdf
BAB III METODE PENELITIAN.pdf
BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN KARAKTERISTIK FAKTOR LOKASI INDUSTRI.pdf
BAB V ANALISIS FAKTOR DOMINAN.pdf
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN.pdf
IMAGE0012.JPG
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir.Galing Yudana, MT
2. Ir. Winny Astuti, MSc. Ph.D
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik