Penulis Utama : Sumarwati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T110907007
Tahun : 2014
Judul : Soal Cerita Matematika Di Sekolah Dasar: Analisis Dengan Pendekatan Komunikatif (Studi Kasus Di Surakarta Dan Karanganyar)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2014
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi. Linguistik-T110907007-2014
Subyek : SOAL CERITA MATEMATIKA
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Bagi siswa sekolah dasar (SD), soal cerita dipandang lebih sulit dibandingkan noncerita sehingga mereka tidak suka pada soal cerita, bahkan pada pelajaran Matematika. Penyebabnya adalah siswa sering salah merepresetasikan soal tersebut ke persamaan matematika sehingga hasil hitungan pun salah. Dari berbagai penelitian diidentifikasi “kunci kegagalan” siswa membuat representasi soal cerita ke dalam persamaan matematika secara tepat adalah kesulitan memahami bahasanya, mengingat soal cerita adalah soal matematika yang disampaikan melalui bahasa. Itu terjadi karena bahasa yang digunakan tidak disesuaikan dengan tingkat kompetensi berbahasa siswa. Oleh karena itu, penting dilakukan kajian dan pengembangan soal cerita yang dikaitkan dengan kompetensi berbahasa siswa. Pendekatan berbahasa seperti itu disebut pendekatan komunikatif, yaitu yang menekankan fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi sehingga pemakaiannya antara lain harus memperhatikan kompetensi linguistik, sosiolinguistik, dan wacana audien. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memetakan tipe struktur semantik, struktur wacana, dan unsur narasi soal cerita dalam buku teks Matematika dan (2) mengidentifikasi struktur semantik, struktur wacana, dan unsur narasi yang menjadi sumber kesulitan siswa dalam memahami soal cerita. Selain itu, peneliti juga mengajukan usulan untuk mengatasi masalah kesulitan pemahaman tersebut dengan mengadakan model soal cerita yang mengakomodasi kompetensi komunikatif siswa. Metode yang diterapkan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis isi dan studi kasus. Yang menjadi sumber data adalah (1) soal cerita dalam buku teks Matematika dari tiga penerbit serta (2) siswa dan guru kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar di Surakarta dan Karanganyar. Teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah analisis dokumen dan wawancara. Untuk analisis data dilakukan dengan teknik induksi analitis, komparatif konstan, dan analisis tipologis. Hasil penelitian meliputi beberapa hal berikut ini. Ditinjau dari struktur semantiknya, tipe soal cerita dalam buku teks Matematika dapat dibedakan menjadi 16 tipe, yaitu: (1) pada operasi hitung penjumlahan terdapat tipe penggabungan, penyatuan, perubahan, dan perbandingan, (2) pada operasi hitung pengurangan tercakup tipe pemindahan, pemisahan, perubahan, dan perbandingan, (3) pada operasi hitung perkalian terdapat tipe penggandaan, kelipatan, penyamaan, dan perbandingan, dan (4) pada operasi hitung pembagian terdapat tipe penyebaran, pengelompokan, penyamaan, dan perbandingan. Ditinjau dari struktur wacananya, soal cerita dalam buku teks Matenatika meliputi 6 tipe, yaitu (1) TIPE I adalah wacana soal cerita yang memiliki tiga komponen (pembuka, peristiwa, dan pertanyaan) secara terpisah dengan urutan linier, (2) TIPE II adalah wacana soal cerita yang memiliki tiga komponen dengan urutan linier, tetapi ada penggabungan komponen pembuka dan peristiwa, (3) TIPE III adalah wacana soal cerita yang memiliki tiga komponen dengan urutan linier, tetapi ada penggabungan komponen peristiwa dan pertanyaan, (4) TIPE IV adalah wacana soal cerita yang memiliki dua komponen (peristiwa dan pertanyaan) secara terpisah dengan urutan linier, (5) TIPE V adalah wacana soal cerita yang memiliki dua komponen (peristiwa dan pertanyaan) yang digabungkan dengan urutan linier, dan (6) TIPE VI adalah wacana soal cerita yang memiliki tiga atau dua komponen, baik secara terpisah maupun digabungkan, tetapi urutannya tidak linier. Ditinjau dari unsur narasinya, tipe soal cerita diklasifikasikan berdasarkan tema, aktor, dan latarnya. Berdasarkan temanya, soal cerita meliputi tipe soal dengan (1) subjek/objek konkret dan situasi faktual, (2) subjek/objek konkret dan situasi hipotetis, (3) subjek/objek abstrak dan situasi faktual, dan (4) subjek/objek abstrak dan situasi hipotetis. Berdasarkan aktornya, soal cerita meliputi tipe soal (1) dengan aktor tunggal, (2) dengan multiaktor, dan (3) tanpa aktor. Berdasarkan latarnya, tipe soal cerita dibedakan menjadi (1) soal dengan latar waktu dan tempat, (2) soal dengan latar waktu atau tempat, dan (3) soal tanpa latar waktu dan tempat. Ditinjau dari struktur semantiknya, soal cerita yang sulit dipahami siswa meliputi soal yang ditandai adanya (1) frase lebih banyak/besar, tetapi menunjuk operasi hitung pengurangan, (2) beberapa struktur semantik perbandingan, (3) kata ketinggian yang menunjuk bilangan negatif, dan (4) kata minta, hutang, atau pinjam, tetapi menunjuk operasi hitung penjumlahan. Ditinjau dari struktur wacananya, soal yang sulit dipahami siswa adalah soal-soal yang ditandai adanya (1) penggabungan antarkomponen dan (2) urutan komponen tidak linier. Ditinjau dari unsur narasinya, soal cerita yang sulit dipahami siswa adalah soal yang ditandai (1) adanya objek/subjek abstrak dan situasi hipotetis, (2) adanya multiaktor yang tidak memilki relasi familiar pada struktur semantik perbandingan, dan (3) tidak adanya latar yang sebenarnya berperan dalam pemecahan soal. Usulan untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan mengadakan ramburambu model soal cerita yang dikembangkan dengan pendekatan komunikatif. Artinya, soal cerita disusun dengan memperhatikan struktur semantik, struktur wacana, dan unsur narasi yang mengakomodasi kompetensi komunikatif siswa. Model tersebut terbukti dapat mereduksi kesulitan siswa dalam memahami soal cerita. Dengan demikian, model soal cerita ini lebih mudah dipahami siswa sehingga mereka dapat membuat persamaan matematika dengan benar daripada soal konvesional (dari buku teks Matematika).
File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : IMAGE0022.JPG
cover.pdf
bab1.pdf
bab2.pdf
bab3.pdf
bab4.pdf
bab5.pdf
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. H.D. Edi Subroto
2. Prof. Dr. Soepomo Poedjosudarmo
3. Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana