Penulis Utama : Khari Purnawanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2007
Judul : Masa pendudukan Jepang d Filipina ( 1941-1945 )
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2007
Kolasi :
Sumber : UNS-FKIP Jur. P.IPS-K.4402029-2007
Subyek : JEPANG-FILIPINA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Usaha-usaha yang dilakukan Jepang untuk menduduki Filipina, (2) Kebijakan pemerintah militer Jepang di Filipina, (3) Reaksi rakyat Filipina terhadap pendudukan Jepang, (4) Runtuhnya kekuasaan Jepang di Filipina. Penelitian ini menggunakan metode historis. Langkah-langkah yang ditempuh dalam metode historis ada empat tahap kegiatan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sumber data yang digunakan adalah sumber tertulis yang meliputi buku-buku, majalah, serta surat kabar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah analisis historis yaitu analisis yang mengutamakan ketajaman dalam menginterpretasikan fakta sejarah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) Penguasaan Filipina oleh Jepang dimulai dengan melakukan penyerangan ke Pearl Harbour dan menghancurkan seluruh infrastruktur perang Amerika Serikat. Ini bertujuan agar Jepang bisa lebih leluasa di kawasan Asia Pasifik tanpa ada yang menghalang-halangi. Setelah berhasil menghancurkan Pearl Harbour, Jepang segera melakukan serangkaian pendaratan di kepulauan Filipina. Pasukan USAFFE yang merupakan pasukan gabungan Amerika Serikat dan Filipina ternyata tidak mampu mempertahankan kepulauan Filpina dari serangan Jepang. Ibukota Manila berhasil dikuasai dan jatuhlah Filipina ke tangan Jepang. (2) Pemerintah militer Jepang di Filipina segera mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengatur daerah jajahan. Dalam bidang politik, pemerintah militer Jepang membentuk organisasi pemerintahan pusat Filipina yang bernama Executive Commission yang terdiri dari enam departemen. Dengan terbentuknya pemerintahan sipil, pemerintah militer Jepang pada tanggal 14 Oktober 1943 memproklamasikan kemerdekaan Filipina dengan menunjuk Jose P. Laurel sebagai presiden Filipina. Namun demikian seluruh urusan pemerintahan selalu dalam pengawasan pemerintah militer Jepang. Dalam bidang ekonomi, pemerintah militer Jepang bermaksud mengeksploitasi seluruh sumber daya alam yang ada di Filipina untuk kepentingan industri dan tentaranya. Dalam bidang sosial-budaya, kehidupan rakyat Filipina sangat menyedihkan. Aktivitas budaya Filipina dikontrol oleh pemerintah militer Jepang. (3) Kekejaman tentara Jepang terhadap rakyat Filipina mendapat reaksi keras. Organisasi gerilyawan muncul untuk mengadakan perlawanan terhadap Jepang. Para petani yang tergabung dalam Gerakan Hukbalahap secara aktif juga melakukan perlawanan terhadap tentara Jepang dan para tuan tanah di Luzon Tengah. (4) Pendudukan Filipina berakhir ketika pasukan Sekutu yang dipimpin Jenderal Mac Arthur kembali ke Filipina dan berhasil menghancurkan pertahanan Jepang.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I.doc
BAB II.doc
BAB III.doc
BAB IV.doc
BAB V.doc
DAFTAR PUSTAKA.doc
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Leo Agung S., M.Pd
2. Dra. Sri Wahyuni, M.Pd
Catatan Umum : 5696/2007
Fakultas : Fak. KIP