Penulis Utama : Dedy Syarifudin
NIM / NIP : I0609010
× Kawasan perkotaan Surakarta merupakan wilayah yang paling pesat dalam pengalihfungsian lahan pertanian menjadi permukiman di antara wilayah lain di Provinsi Jawa Tengah. Pengalihfungsian lahan tersebut sebagian besar disebabkan oleh pengembang perumahan. Daya tarik Kota Surakarta mengakibatkan arus urbanisasi dan kebutuhan akan hunian yang dekat dengan kota tinggi. Di sisi lain peluang lahan untuk pembangunan perumahan di peri-urban Kota Surakarta di Kabupaten Sukoharjo masih sangat besar. Kondisi tersebut merupakan potensi besar bagi para pengembang untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya melalui penyediaan hunian di peri-urban Kota Surakarta di Kabupaten Sukoharjo. Meskipun pengembang berperan sebagai pelaksana rencana kota, namun proyek yang dilakukannya memunculkan pembangunan invasif yang perlu diwaspadai. Adanya latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan peruntukan permukiman peri-urban Kota Surakarta di Kabupaten Sukoharjo terhadap persepsi pengembang sebagai lokasi pembangunan perumahan yang dilihat dari faktor – faktor pemilihan lokasi perumahan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deduktif. Teknik analisis yang digunakan adalah skoring dan pembobotan untuk menilai tingkat kesesuaian lahan perumahan. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu sebesar 361,619 ha atau 17,66% lahan peruntukan permukiman peri-urban Kota Surakarta di Kabupaten Sukoharjo bernilai sangat sesuai dan 1.686,613 ha atau 82,34% bernilai sesuai sebagai lokasi pembangunan perumahan bagi pengembang. Tidak terdapat lahan yang bernilai kurang atau tidak sesuai sebagai lokasi pembangunan perumahan bagi pengembang. Lahan peruntukan permukiman yang bernilai sangat sesuai sebagian besar berada di Kecamatan Kartasura dan sebagian kecil di Kecamatan Grogol, sedangkan wilayah selain tersebut bernilai sesuai sebagai lokasi pembangunan perumahan bagi pengembang. Lahan peruntukan permukiman bernilai sangat sesuai karena mampu menawarkan seluruh faktor atau hanya tidak mampu menawarkan satu faktor yang dianggap sangat penting atau tidak mampu menawarkan dua faktor yang dianggap penting bagi pengembang dalam memilih lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan perumahan. Lahan peruntukan permukiman bernilai sesuai karena tidak mampu menawarkan dua faktor yang terdiri dari satu faktor sangat penting dan satu faktor penting sampai enam faktor kombinasinya. Kata kunci: kesesuaian lokasi perumahan, peri-urban, persepsi pengembang Urban area of Surakarta is the most rapidly area in diversion function from agriculture land into residence land among other area in Central Java Province. The diversion function of land is caused by housing developers. The attractive Surakarta City effects urbanization and highly urban housing need. In the other hands, lands for residential developing in Surakarta Peri-Urban of Sukoharjo still has very large opportunity. This condition is great potential for developers to reap profuse benefit through the residence provision in Surakarta Peri-urban in Sukoharjo. Although, developers are as city plan implementer, their projects trigger invasive development that is needed to be wary. Based on the background problem, this research aims to know conformity of residential allocation land in Surakarta Peri-Urban toward developer’s perception as location of housing development that is observed from selection factors of residential location. This study is quantitative research using deductive approach. Scoring and quality analyzing to asses residential land conformity is analysis technique used in this research. The result of the research is 361.619 ha or 17.66 % of residential land allocation of Surakarta Peri-Urban in Sukoharjo is very appropriate, and 1.686,613 ha or 82,34 % is appropriate location for developer’s housing development. There is not inappropriate land as location of housing development for developers. The very appropriate residence land is almost in Kartasura sub-district and Grogol sub-district is partly area only, meanwhile other area is appropriate location as housing development for developer. The land for housing is very appropriate because it is able to offer all of the factors or it is not able to offer a very important factor or is not able to offer two factors only that is considered as important factor for the developers in selecting housing development location. The housing land is appropriate because it is not able to offer two factors that is consist of a very important factor and a important factors until six combination factor of them. Keywords : comformity of housing location, developer perception, peri-urban
×
Penulis Utama : Dedy Syarifudin
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : I0609010
Tahun : 2014
Judul : Kesesuaian lahan peruntukan permukiman peri-urban kota Surakarta terhadap persepsi pengembang sebagai lokasi pembangunan perumahan (studi kasus : peri-urban kota Surakarta di kabupaten Sukoharjo)
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2014
Program Studi : S-1 Perencanaan Wilayah dan Kota
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur Arsitektur-I.0609010-2014
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Soedwiwahjono, M.T
2. Rufia Andisetyana Putri, ST., MT
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.