Penulis Utama : Hartopo
NIM / NIP : A131302006
× Air merupakan komponen penting bagi kehidupan. Kemajuan industri membawa dampak negatif berupa pencemaran air oleh logam berat, misalnya mangan (Mn). Konsentrasi Mn diperairan dapat dikurangi dengan cara penjerapan (adsorpsi). Lempung dan alofan digunakan sebagai penjerap (adsorben) ion logam Mn dengan metode batch. Filter keramik digunakan untuk mengurangi kandungan Mn dalam air sumur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi lempung dan andisol, suhu aktivasi dan waktu kontak terhadap kapasitas jerapan Mn dalam larutan model; kondisi optimum jerapan dan efektivitas filter keramik untuk menurunkan Mn dalam air. Identifikasi dan karakterisasi penjerap dilakukan dengan uji NaF, Spektroskopi infra merah (FTIR), scanning electron microscope (SEM), difraksi sinar-x (XRD), luas permukaan spesifik dan keasaman total spesifik. Konsentrasi logam Mn dianalisis dengan spektroskopi serapan atom. Isoterm jerapan ditentukan dengan persamaan Freundlich dan Langmuir. Filter keramik dibuat dengan komposisi campuran lempung, andisol dan tepung menurut perbandingan 2:3:1. Hasil penelitian menunjukkan sampel lempung dan andisol mengandung mineralmineral alofan, felspar, kaolin, gibsit dan monmorilonit. Kondisi optimum jerapan dicapai pada suhu aktivasi 100oC, waktu kontak 60 menit dan komposisi penjerap 100% andisol. Isoterm Freundlich mewakili jerapan Mn pada penjerap lempung dan andisol dengan koefisien determinasi (R2) (0,9914), lebih tinggi dibandingkan Langmuir (0,8872). Hasil pengukuran menunjukkan filter keramik efektif menurunkan padatan terlarut (TDS) dan kandungan Mn dalam air sumur dengan persentase penurunan masing-masing sebesar 94,0% dan 98,9% dengan laju alir 15,85 mL/detik. Hasil ini relatif lebih baik dibanding dengan filter komersil yang menunjukkan persentase penurunan TDS, logam Mn dan laju alir masing-masing sebesar 93,1%; 93,8% dan 15,10 mL/detik.