Penulis Utama : Riah Wiratningsih
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : 197608132000032001
Tahun : 2014
Judul : Knowledge Management: Implementasi Peran Pustakawan dalam Menghadapi AFTA 2015
Edisi :
Imprint : Yogyakarta - UIN Sunan Kalijaga - 2014
Kolasi : 17 hal.: ilust.,
Sumber : FIHRIS: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol IX, Nomor 2 (Jul-Desember 2014)
Subyek : KNOWLEDGE MANAGEMENT
Jenis Dokumen : Artikel Jurnal Non UNS
ISSN : 1978-9637
ISBN :
Abstrak :

Abstract

Entering the era of the free market of ASEAN (AFTA) in 2015 requires any institution or organization to prepare human resources competitiveness. The strength of a country's competitiveness is highly dependent on the knowledge-based society. Is there a role of the library as a dynamic instrument of education that in fact the data managers, information managers, knowledge managers, and as a place of lifelong learning to prepare human resource competitiveness in the AFTA in 2015? The library is a medium for transfer of knowledge and libraries have contributed to the development of knowledge process. Knowledge is power, organizations that succeed in knowledge management, view of knowledge as an asset in shaping the strength of competitiveness in the global era. Through this simple article, the author intends to describe the implementation of the librarian's role in the management of knowledge and information literacy activities in welcoming AFTA 2015. The roles of the library are through the concept of knowledge management through the process of SECI (Socialization, Externalization, Combination and Internalization) in the global era is inseparable from internet access, it is necessary for information technology tool, where the tool must be known and used by library users. Movement of lifelong learning through information literacy can  develop literate individual, critical in digesting the information. Individuals who have information literacy skills is essential in order to survive and compete in welcoming AFTA 2015. The concept of knowlede management through SECI process and activities of information literacy in  AFTA 2015, requires the ability of librarians in the mastery of the English language, information retrieval, and use of technology .

Keywords: AFTA, knowledge transfer, knowledge management, knowledge is power, SECI, information literacy

 

Abstrak

Memasuki era pasar bebas ASEAN (AFTA) 2015 menuntut setiap institusi atau organisasi untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing. Kekuatan daya saing sebuah negara sangat tergantung pada masyarakat yang berbasis pengetahuan. Adakah peran perpustakaan sebagai instrumen dinamis pendidikan yang notabene  pengelola data, pengelola informasi, pengelola pengetahuan dan sebagai tempat  lifelong learning dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing pada AFTA 2015? Perpustakaan adalah media untuk melakukan transfer pengetahuan dan perpustakaan memiliki andil dalam proses berkembangnya pengetahuan. Knowledge is power, organisasi yang berhasil dalam manajemen pengetahuan melihat pengetahuan sebagai aset dalam membentuk kekuatan daya saing di era global. Melalui artikel sederhana ini, penulis bermaksud menggambarkan implementasi peran pustakawan dalam pengelolaan pengetahuan dan kegiatan literasi informasi dalam menyambut AFTA 2015. Adapun peran perpustakaan adalah melalui konsep knowledge management, yaitu melalui proses SECI (Socialization, Externalization, Combination dan Internalization). Proses transfer pengetahuan (SECI) di era global tidak terlepas dari akses internet, untuk itu diperlukan  tool teknologi informasi, di mana tool ini harus diketahui dan dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan, maka diperlukan  kegiatan literasi informasi. Gerakan pembelajaran sepanjang hayat melalui pendidikan literasi informasi dapat mengembangkan individu yang literat, individu yang kritis dalam mencerna informasi. Individu yang memiliki kemampuan literasi informasi adalah mutlak agar dapat bertahan dan bersaing di era global termasuk menyambut AFTA 2015. Konsep knowlede management melalui proses SECI dan kegiatan literasi informasi dalam menghadapi AFTA 2015, membutuhkan kemampuan pustakawan dalam penguasaan bahasa Inggris, penelusuran informasi, dan  penggunaan teknologi.

Kata kunci: AFTA, transfer pengetahuan, knowledge managemen, knowledge is power, SECI, literasi informasi

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
fihris jurnal_abstrak.pdf
File Dokumen : -
Link Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum : Artikel ini disampaikan juga dalam “Seminar Nasional LIS Education: Building New Competencies among LIS Proffesionals” di UIN Yogyakarta, 4 November 2014
Fakultas : Staf