Penulis Utama : Arjanto Budiman
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2009
Judul : Analisis pengaruh kebijakan inflation targeting terhadap perekonomian Indonesia tahun 2000-2006
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2009
Kolasi : xv, 108 hal.
Sumber : UNS-F. Ekonomi Jur. Ekonomi Pembangunan-F.0104033-2009
Subyek : INFLASI TARGETING
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAKSI Indikator yang paling sering digunakan untuk menilai keberhasilan perekonomian suatu negara adalah pertumbuhan ekonomi. Dalam perekonomian inflasi merupakan variabel yang penting karena dapat mempengaruhi kestabilan perekonomian. Inflasi juga menjadi target pemerintah dalam meningkatkan perekonomian. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah uang beredar, nilai tukar rupiah, tingkat suku bunga deposito terhadap inflasi. Serta apakah inflasi berpengaruh terhadap perekonomian. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari tahun 2000-2006. Dimana data yang digunakan berasal dari publikasi resmi Bank Indonesia. Alat analisis yang digunakan adalah model Error Correction Model (ECM) disertai dengan uji statistik dan uji asumsi klasik serta kausalitas granger dengan bantuan program Eviews 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama dengan α = 5% jumlah uang beredar berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap inflasi baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Kedua, dengan α = 5% nilai tukar rupiah berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap inflasi dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Ketiga, dengan α = 5% tingkat suku bunga tidak berpengaruh terhadap inflasi baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Keempat, Inflasi berpengaruh secara signifikan terhadap perekonomian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, disarankan, pertama, Bank sentral harus dapat mengatur peredaran uang, antara lain dengan cara bagi melakukan kebijakan uang ketat (tight money policy) dan tingkat diskonto (discount rate). Kedua, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter di Indonesia perlu menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. Bank Indonesia harus melakukan kebijakan moneter, kebijakan pengaturan, dan monitoring transaksi devisa, serta melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga pasokan valas di pasar domestik. Ketiga, pemerintah dan otoritas moneter diharapkan dapat memberlakukan kebijakan yang dapat mendukung iklim investasi sekuritas Indonesia. Salah satunya adalah menerapkan suku bunga yang dianggap wajar dan kompetitif. Keempat, pemerintah harus dapat menjaga kestabilan tingkat inflasi salah satunya dengan cara menerapkan kebijakan inflasi targeting.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I.rtf
BAB II.rtf
BAB III.rtf
BAB IV.rtf
BAB V.rtf
Daftar Pustaka.rtf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Izza Mafruah, SE, Msi.
2. Nurul Istiqomah, SE, Msi.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis