Penulis Utama : Sri Adiningsih
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S851308050
Tahun : 2015
Judul : Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dan Numbered Heads Together (NHT) dengan Pendekatan Saintifik pada Materi Bilangan Ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) Siswa Kelas VII SMP Negeri Se-Kabupaten Boyolali Tahun Pelaj
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2015
Kolasi :
Sumber : UNS-FKIP Jur. Pendidikan Matematika-S.851308050-2014
Subyek : TPS
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran pada prestasi belajar matematika ditinjau dari AQ (Adversity Quotient) siswa. Model pembelajaran yang dibandingkan adalah model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) Saintifik, NHT (Numbered Heads Together) Saintifik, dan Klasikal Saintifik.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri se-Kabupaten Boyolali Tahun Pelajaran 2014/2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara stratified cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket AQ. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji hipotesis menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama.
Dari hasil analisis disimpulkan bahwa: 1) Model pembelajaran TPS Saintifik memberikan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran NHT Saintifik dan Klasikal Saintifik. Model pembelajaran NHT Saintifik memberikan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran Klasikal Saintifik, 2) Siswa dengan AQ tipe Climbers mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa dengan AQ tipe Campers dan Quitters. Siswa dengan AQ tipe Campers mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa dengan AQ tipe Quitters, 3) Pada pembelajaran TPS Saintifik, siswa dengan AQ tipe Climbers mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada AQ tipe Campers, siswa dengan AQ tipe Campers mempunyai prestasi belajar yang sama baiknya dengan Quitters, dan siswa dengan AQ tipe Climbers mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada Quitters; pada pembelajaran NHT Saintifik, siswa dengan AQ tipe Climbers mempunyai prestasi belajar yang sama baiknya dengan Campers, siswa dengan AQ tipe Campers mempunyai prestasi belajar yang sama baiknya dengan Quitters, namun siswa dengan AQ tipe Climbers mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada Quitters; pada pembelajaran Klasikal Saintifik, siswa dengan AQ tipe Climbers mempunyai prestasi belajar yang sama baiknya dengan Campers, siswa dengan AQ tipe Campers mempunyai prestasi belajar yang sama baiknya dengan Quitters namun siswa dengan AQ tipe Climbers mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada Quitters, 4) Pada siswa dengan AQ tipe Climbers, siswa yang diajar menggunakan TPS Saintifik memberikan prestasi belajar yang sama baiknya dengan NHT Saintifik, siswa yang diajar menggunakan NHT Saintifik memberikan prestasi belajar yang sama baiknya dengan Klasikal Saintifik, namun siswa yang diajar menggunakan TPS Saintifk memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada Klasikal Saintifik; pada siswa dengan AQ tipe Campers dan Quitters, siswa yang diajar menggunakan TPS Saintifik, NHT Saintifik, dan Klasikal Saintifik memberikan prestasi belajar yang sama baiknya.
Kata Kunci: TPS, NHT, Klasikal, Pendekatan Saintifik, AQ, Prestasi Belajar Matematika.
ABSTRACT
The aim of the research was to know the effect of learning models on mathematics learning achievement viewed from the student Adversity Quotient (AQ). The learning models compared were the cooperative learning model of the TPS (Think Pair Share)-Scientific, NHT (Numbered Heads Together)- Scientific, dan Klasikal- Scientific.  
The type of the research was a quasi experimental research. The population of the research was the seven class students of Junior High School at Boyolali on academic year 2014/2015. The sampling was done by stratified cluster random sampling. The instruments used were mathematics achievement test and questionnaires of AQ. The data analysis technique used was unbalanced two ways analysis of variance.
Based on the data analysis, it was concluded as follows. (1) TPS-Scientific gives better mathematics achievement than NHT-Scientific, and both gives better mathematics achievement than Classical-Scientific. (2) Climbers students have better mathematics achievement than campers and quitters students,  campers students have better mathematics achievement than quitters students. (3) For TPS-Scientific, climbers students have better mathematics achievement than campers and quitters students. Campers and quitters students have the same mathematics achievement. For NHT-Scientific and Classical-Scientific, climbers students have better mathematics achievement than quitters students. Climbers and campers students have the same mathematics achievement. Campers and quitters students have the same mathematics achievement. (4) For climbers students, TPS-Scientific and NHT-Scientific give the same mathematics achievement. NHT-Scientific and Classical-Scientific give the same mathematics achievement. TPS-Scientific gives the better mathematics achievement than classical with scientific approach. For campers and quitters students, all learning models give the same mathematics achievement.
Keywords: TPS, NHT, Classical, Scientific Approach, AQ, Mathematic Achievement

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
IMG_20150513_0001.pdf
Cover.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Budi Usodo, M. Pd
2. Dr. Sri Subanti, M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP