Penulis Utama : Umar Fauzan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T.111008006
Tahun : 2015
Judul : Analisis wacana kritis teks berita metrotv dan tvone mengenai “Luapan Lumpur Sidoarjo”
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2015
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Studi Linguistik-T.111008006-2015
Subyek : WACANA KRITIS
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan struktur teks dalam teks berita mengenai Lumpur Lapindo oleh MetroTV dan tvOne, 2) mendeskripsikan gramatika dalam teks berita mengenai Lumpur Lapindo oleh MetroTV dan tvOne, 3) mendeskripsikan kosakata dalam teks berita mengenai Lumpur Lapindo oleh MetroTV dan tvOne, 4) mengungkap ideologi yang ingin dibangun oleh MetroTV dan tvOne, 5) mengungkap bagaimana perbedaan ideologi menyebabkan perbedaan strategi dalam pembentukan ideologi bagi MetroTV dan tvOne, dan 6) mengungkap mengapa ada perbedaan bentuk pemilihan bahasa dalam teks berita mengenai Lumpur Lapindo oleh MetroTV dan tvOne.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan AWK model Fairclough. Data dalam penelitian ini adalah teks berita tentang “Luapan Lumpur di Sidoarjo”. Sumber data berasal dari program berita MetroTV dan tvOne. Pengambilan data teks berita tentang Luapan lumpur Sidoarjo yang ditayangkan oleh MetroTV dan tvOne dilakukan dalam rentang waktu Januari 2010 – Januari 2013.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah: pertama, Struktur teks MetroTV tidak hanya berisi pemaraan peristiwa, namun juga memberi pemaparan hal-hal negatif yang mengangkat hal tidak baik (buruk) dari PT Lapindo Brantas. Struktur teks tvOne tidak hanya berisi pemaparan informasi sebagaimana lazimnya teks berita, namun juga memberi nuansa argumentasi untuk teks berita dengan tujuan menetralkan isu-isu yang negatif. Kedua, Gramatika yang berupa transtivitas, MetroTV memilih menggunakan Aktor sebagai partisipan yang berupa non manusia, Lumpur Lapindo; Carrier dan Token memberi nilai dan label negatif; Senser mengungkap keyakinan negatif; dan Behaver menuntut atau melarang melakukan sesuatu. Gramatika yang berupa modalitas, MetroTV memanfaatkan modalitas berupa modulasi-keharusan untuk menunjukkan hal yang tidak atau belum dilakukan oleh PT Lapindo Brantas dan meminta PT Lapindo Brantas harus bertanggung jawab. Gramatika yang berupa transtivitas, tvOne menggunakan Aktor sebagai partisipan yang berupa manusia, warga; Carrier dan Token memberi nilai positif; Senser mengungkap keyakinan positif; dan Behaver berkomitmen melakukan sesuatu. Gramatika yang berupa modalitas, tvOne menggunakan modalitas berupa modalisasi-kemungkinan untuk menunjukkan komitmen dan realisasi semua tanggung jawab PT Lapindo Brantas. Ketiga, Kosakata MetroTV meliputi 3 hal: (1) MetroTV memanfaatkan kosakata eksperiensial untuk mengangkat hal-hal yang tidak baik mengenai identitas, penyebab, dan dampak luapan lumpur, siapa yang harus bertanggung jawab, reaksi warga, proses penanganan, dan pembayaran ganti rugi; (2) MetroTV memanfaatkan kata attitudinal untuk memberikan penilaian yang tidak baik terhadap PT Lapindo Brantas; dan (3) MetroTV memanfaatkan metafora untuk mengangkat hal-hal yang negatif dari PT Lapindo. Kosakata tvOne meliputi 3 hal: (1) tvOne memanfaatkan
kosakata eksperiensial untuk mengangkat hal-hal yang baik mengenai identitas, penyebab, dan dampak luapan lumpur, siapa yang harus bertanggung jawab, reaksi warga, proses penanganan, dan pembayaran jual beli; (2) tvOne memanfaatkan kata attitudinal untuk memberikan penilaian yang baik terhadap apa yang sudah dilakukan dengan baik oleh PT Lapindo Brantas, dan (3) tvOne memanfaatkan metafora untuk mengungkap hal-hal yang positif dan sekaligus menetralkan hal-hal yang negatif dari dampak dan penanganan luapan lumpur. Keempat, Ideologi MetroTV adalah pencitraan negatif dengan menyerang, sementara ideologi tvOne adalah pencitraan positif dengan membela diri dan menentralkan isu-isu negatif pihak lain. Kelima, Strategi MetroTV adalah Menguatkan hal negatif dari orang lain dan Mengurangi hal positif dari orang lain. Strategi tvOne adalah Menguatkan hal positif dari diri kita dan Mengurangi hal negatif dari diri kita. Keenam, Perbedaan bentuk bahasa terjadi karena MetroTV dan tvOne berafiliasi kepada dua partai politik yang berbeda dengan ideologi yang berbeda pula dan ingin menarik simpati dari masyarakat.
Kata Kunci: analisis wacana kritis, ideologi, media massa, televisi

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Cover dan Pengesahan.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
Bab IV.pdf
Bab V.pdf
IMG_20150504_0010.jpg
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. H. D. Edi Subroto
2. Prof. Dr. Soepomo Poedjosoedarmo
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana