Penulis Utama : Edyson Hermanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2009
Judul : Pengaruh penggunaan konsentrat dengan tepung roti afkir terhadap bobot karkas dan non karkas kelinci lokal jantan
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Jur. Peternakan-H.0502049-2009
Subyek : KELINCI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrat dengan tepung roti afkir dalam ransum terhadap bobot karkas dan non karkas pada kelinci lokal jantan dan taraf pemberian yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari tanggal 29 April 2008 sampai 22 Juni 2008 di Jalan Nusa Indah Baru 3 No. 12 Wahyu Utomo RT 05 RW XIII Palur, Jaten, Kabupaten Karanganyar. Penelitian menggunakan 24 ekor kelinci lokal jantan yang terdiri empat perlakuan dan enam ulangan, tiap ulangan berisi satu ekor. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) pola searah. Pakan yang diberikan berupa rumput lapang, konsentrat BR1 produksi PT Japfa Comfeed Indonesia dan tepung roti afkir. Perlakuan pakan yang digunakan ialah P0 (rumput lapangan 60% + konsentrat 40%) sebagai kontrol, P1 (rumput lapangan 60% + konsentrat 35% + tepung roti afkir 5% ), P2 (rumput lapangan 60% + konsentrat 30% + tepung roti afkir 10% ), P3 (rumput lapangan 60% + konsentrat 25% + tepung roti afkir 15% ). Peubah yang diamati selama penelitian adalah bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, bobot non karkas, persentase non karkas, bobot daging, rasio daging dan tulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata perlakuan ( P0, P1, P2, P3) untuk bobot potong, 1257,33 ; 1261,50 ; 1408,33 dan 1243,80 g/ekor, bobot karkas 614,50 ; 616,00 ; 698,17 dan 591,40 g/ekor, persentase karkas 48,87 ; 48,86 ; 49,36 dan 47,37 %, bobot non karkas 579,67 ; 581,17 ; 619,67 dan 579,40 g/ekor, persentase non karkas 46,11 ; 46,10; 44,35 dan 46,80 %, bobot daging 437,83 ; 440,17 ; 499,17 dan 428,00 g/ekor, rasio daging tulang 2,48 ; 2,54 ; 2,51 dan 2,62 . Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan tepung roti afkir dalam ransum berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, bobot non karkas, persentase non karkas, bobot daging, rasio daging dan tulang Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung roti afkir sampai tingkat 15 % dari total ransum belum mampu meningkatkan produksi karkas kelinci lokal jantan. Kata kunci : kelinci lokal jantan, tepung roti afkir, bobot karkas, bobot non karkas. The aim of this research was to know about the effect of using concentrate with waste bread meal in rations towards the weight of carcass and non carcass of male local rabbit and the level of optimal giving. This research was conducted for 2 months starting from April 29th until June 22th 2008 in Nusa Indah Baru 3 street No. 3 Wahyu Utomo Rt 05 RW XIII Palur, Jaten, Karanganyar. The research used 24 male local rabbits that was shared in four treatments and six replications,each replications consists of one head of rabbit. Data analyzed with variance analysis Complete Random Design (CRD) one way classification pattern. Feed given a native grass, BR1 concentrates production PT Japfa Comfeed Indonesia and waste bread meal. Treatments was the feed used P0 (native grass 60% + concentrates 40%) as control, P1 (native grass 60% + concentrates 35% + waste bread meal 5% ), P2 (native grass 60% + concentrates 30% + waste bread meal 10% ), P3 (native grass 60% + concentrates 25% + waste bread meal 15% ). The variable that was the final weight, carcass weight, carcass percentage, non carcass weight, non carcass percentage, meat weight, and meat bone ratio. The result of this research showed that the average treatment ( P0, P1, P2, P3) for final weight, 1257,33 ; 1261,50 ; 1408,33 and 1243,80 g/tail, carcass weight 614,50 ; 616,00 ; 698,17 and 591,40 g/tail, carcass percentage 48,87 ; 48,86 ; 49,36 and 47,37 %, non carcass weight 579,67 ; 581,17 ; 619,67 and 579,40 g/tail, non carcass percentage 46,11 ; 46,10; 44,35 and 46,80 %, meat weight 437,83 ; 440,17 ; 499,17 and 428,00 g/tail, meat bone ratio 2,48 ; 2,54 ; 2,51 and 2,62 . The result of the variance analysis showed that using of waste bread meal in the rations was not significantly (P> 0,05) for the final weight, carcass weight, carcass percentage, non carcass weight, non carcass percentage, meat weight, and meat bone ratio. The conclusion of this research is the use of waste bread meal up to level 15 % of the total rations had not been increasing carcass production of meal local rabbits yet. Keywords : male local rabbit, waste bread meal, carcass weight, non carcass weight
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
b. BAB I.doc
c. BAB II.doc
d. BAB III.doc
e. BAB IV.doc
f. BAB V.doc
h. Daftar Pustaka.doc
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Pudjomartatmo, MP
2. Ir. Lutojo, MP
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa