Penulis Utama : Driameda Ijhe Ledo
NIM / NIP : I1112032
×

ABSTRAK
Aspal olahan sudah banyak digunakan sebagai bahan pengikat perkerasan jalan,
diantaranya adalah tar batubara dan tar cangkang kelapa sawit. Tar batubara cukup
melimpah namum sering dianggap limbah karena baunya yang tidak enak,
sedangkan tar tempurung kelapa sawit dihasilkan dari fraksi berat pembuatan asap
cair yang dilewatkan pada pendingin. Tar memiliki nilai penetrasi yang tinggi, nilai
titik lembek yang rendah, mudah terpengaruh pada perubahan suhu disekitarnya,
dan nilai daktilitasnya yang sangat pendek. Sehingga diperlukan modifikasi
terhadap tar agar memperoleh hasil yang baik sehingga tar dapat digunakan sebagai
bahan pengikat material jalan. Pada modifikasinya menggunakan bahan fly ash
karena kemampuannya untuk meningkatkan nilai penetrasi dan tahan terhadap
perubahan suhu. Serta penggunaan bahan lem yang digunakan untuk meningkatkan
nilai daktilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari bahan alternatif
baru sebagai pengganti atau mengkobinasikannya dengan aspal.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu
dengan membuat komposisi modifikasi tar dengan penggunaan persentase kadar
fly ash dan lem optimum 6,5%. Pada pengujiannya dilakukan dengan 6 metode
pengujian ( SNI No.1737-1989-F) yaitu: uji penetrasi, uji daktilitas, uji titik
lembek, uji titik nyala dan titik bakar, uji berat jenis, dan uji kelekatan tar terhadap
agregat. Pengujian modifikasi tar dilakukan 2 macam campuran yaitu modifikasi
antara tar dengan fly ash 0%, 3%, 5%, 6% dan 7% dan modifikasi antara tar
dengan lem optimum 6,5% ditambahkan fly ash 0%, 3%, 5%, 6% dan 7%.
Hasil penelitian menunjukkan tar modifikasi fly ash 7% pada pengujian penetrasi
memperoleh hasil 71,3mm, titik lembek dengan hasil 53,3oC, berat jenis dan
kelekatan tar terhadap agregat memenuhi persyaratan aspal keras penetrasi 60. Tar
modifikasi lem+fly ash 3% pada uji titik lembek dengan hasil 52,5oC, uji daktilitas
dengan hasil 106,5cm, berat jenis dan kelekatan tar terhadap agregat memenuhi
persyaratan aspal keras penetrasi 40.
Kata kunci : tar tempurung kelapa, fly ash, lem
ABSTRACT
Processed asphalt has been frequently used as the material for binder the road,
for example coal tar and coconut shell tar. Coal tar has many resources but it is
considered as waste because of its smell, while coconut shell tar is produced
through weight fraction of liquid gas production passed on cooler. Tar has high
penetration value, low softening point value, suspectible to the surrounding
temperature and very short ductility value. Therefore modification is needed so
that tar has good quality and can be used as material for binder the road. Fly ash
material is used to modificate the tar because it is able to increase the penetration
value and resistant to the temperature changing. And also the use of glue material
to increase the ductility value. Purpose of this study was to look for a new
altenative materials of instead or combination with asphalt.
This method used in this study is the experimential method, by creating
composition of tar modification with precentage of fly ash level and optimum glue
6,5%. The caibration is done through 6 methods ( SNI No.1737-1989-F) , they
are: penetration test, dictility test, softening point test, flash and burning point
test, density test and tar’s viscosity toward aggregate test. The test of tar
modification was done with 2 kinds of mixtures, they are modification between tar
and fly ash 0%, 3%, 5%, 6% and 7% and modification between tar and optimum
glue 6,5% plus fly ash 0%, 3%, 5%, 6% and 7%.
The results showed tar modified fly ash 7% in penetration testing to have results
of 71,3mm, softening point test with result 53,3oC, density and tar’s viscosity
toward aggregate test meet the requirements of hard asphalt aggregate
penetration 60. Tar modification glue + fly ash 3% in softening point test with the
result 52,5oC, ductility testing with results 106,5cm, density and viscosity toward
aggregate test to meet the requirements of hard asphalt aggregate penetration 40.
Keywords : coconut shell tar, fly ash, glue

×
Penulis Utama : Driameda Ijhe Ledo
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I1112032
Tahun : 2015
Judul : Karakteristik Tar Hasil Destilasi Tempurung Kelapa dengan Modifikasi Penambahan Fly Ash dan Lem Dibandingkan dengan Aspal Minyak Produk Pertamina (The Characteristic Of Tar Made Coconut Shell Charcoal Distilation With Modification Of Fly Ash And Glue Comp
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2015
Program Studi : S-1 Teknik Sipil Non Reguler
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur. Teknik Sipil-I1112032-2015
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Djoko Sarwono, MT
2. Ir. Djumari, MT
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.