Karya sastra berfungsi sebagai media peralihan budaya yang menghadirkan sisisisibudaya kehidupan. Melalui novel Tempurung, Oka Rusmini menampilkanketimpangan nasib perempuan Bali yang tidak terungkap di khalayak. Dengandemikian, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui struktur novel Tempurung (2)mengetahui perjuangan tokoh perempuan (3) mengetahui nilai-nilai pendidikan karakterdalam novel Tempurung karya Okar Rusmin, dan (4) mengetahui relevansi nilaipendidikan karakter dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini dengan materipembelajaran sastra di perguran tinggi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan pendekatanfeminisme. Strategi penelitian ini menggunakan content analysis (mencatat dokumendan arisp). Data dalam penelitian ini berupa data kualitatif yang berwujud kata, frase,ungkapan, atau kalimat yang ada dalam novel Tempurung. Sumber data penelitiandikelompokkan menjadi dua, yakni dokumen dan arsip berupa bahan tertulis yaitu isinovel Tempurung karya Oka Rusmini terbitan Grasindo, Jakarta 2010, tebal 460halaman dan informan berupa manusia yang memiliki informasi terkait. Teknikcuplikan penelitian ini menggunakan Purposive sampling, yakni peneliti mencuplikbagian-bagian dalam novel Tempurung yang mewakili informasi agar bisa digunakanuntuk sumber data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metodenoninteraktif yakni mencatat dokumen atau arsip (analisis isi). Validitas data dalampenelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber data dan trinangulasi metode.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model analisisinteraktif yang meliputi tiga komponen, yaitu reduksi data, penyajian data, dansimpulan.Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) struktur novel Tempurung yang meliputipenokohan (penamaan tokoh Ida Ayu dan tokoh lainnya memiliki ketrekaitan denganlatar cerita). Tema tentang perjuangan tokoh perempuan memiliki keterkaitan denganperwatakan tokoh utama yang mandiri dan kerja keras. Alur kontemporer memilikiketerkaitan dengan latar dan tema, serta gaya bahasa seperti simbolis, metafora, ataupersonifikasi memiliki ketrekaitan dengan penyebutan tokoh dan alur. (2) Perjuangantokoh perempuan dalam novel Tempurung menentang adanya diskrimnasi gender dansistem patriarki. (3) Dalam novel Tempurung terdapat 15 nilai-nilai pendidikan karakter,di antaranya; relegius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis,rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, gemar membaca,tanggung jawab, dan peduli sosial. (4) Adanya relevansi nilai pendidikan karakterdalam novel Tempurung karya Oka Rusmini dengan materi pembelajaran sastra diperguran tinggi. Hal ini dikarenakan novel Tempurung karya Oka Rusmini sesuaidengan silabus yang diajarkan di perguruan tinggi. Selain itu, novel Tempurungmengandung nilai pendidikan karakter yang dapat membentuk watak dan perilakudalam kehidupan yang lebih baik.Kata kunci: Feminisme, ketidakadilan gender, pendidikan karakter dalam novel