Penulis Utama : Rina Melantari
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2007
Judul : Pemanfaatan komplek Candi Prambanan sebagai media pengajaran sejarah dan persepsi siswa tentang kompetensi guru dalam peningkatan pemahaman siswa tentang sejarah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sleman tahun ajaran 2006/2007
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2007
Kolasi :
Sumber : UNS-FKIP Prog. Studi Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-K.
Subyek : PENGAJARAN SEJARAH
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara: (1) pemanfaatan komplek candi Prambanan sebagai media pengajaran sejarah dengan pemahaman sejarah Indonesia; (2) persepsi siswa tentang kompetensi guru dengan pemahaman sejarah Indonesia; (3) pemanfaatan komplek candi Prambanan sebagai media pengajaran sejarah dan persepsi siswa tentang kompetensi guru secara bersama-sama dengan pemahaman sejarah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei (research) dan penyajian data secara deskriptif korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas VII SMP Negeri I Sleman sejumlah 224 siswa dengan mengambil sampel sebanyak 38 siswa. Teknik pengambilan sampling menggunakan teknik simple random sampling (acak sederhana), sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan teknik korelasi dan regresi. Sebelum dilakukan analisis, dilakukan uji validitas dengan korelasi Product Moment dan reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Hasil uji coba penelitian menunjukkan bahwa semua variabel penelitian adalah valid dan reliabel sebelum dilakukan uji hipotesis. Hasil uji hipotesis penelitian menunjukkan: (1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pemanfaatan Komplek Candi Prambanan Sebagai Media Pengajaran Sejarah (X1) dengan Pemahaman Sejarah Indonesia (Y). Dari hasil analisis regresi dan korelasi menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel memiliki koefisien korelasi sebesar = 0,823. Dari angka korelasi ini maka taksiran koefisien determinasinya sebesar = 0,677. Angka tersebut menunjukkan bahwa 67,70 % variansi yang ada pada variabel Pemahaman Sejarah Indonesia (Y) dapat diprediksi oleh variabel Pemanfaatan Komplek Candi Prambanan Sebagai Media Pengajaran Sejarah (X1) melalui regresi Ŷ = -13,459 + 0,424 X1. Koefisien regresi variabel Pemanfaatan Komplek Candi Prambanan Sebagai Media Pengajaran Sejarah (X1) terhadap variabel Pemahaman Sejarah Indonesia (Y) adalah 0,424. Berdasarkan hasil pengujian signifikansi ternyata bahwa korelasi X1 dengan Y sangat signifikan, hal ini disebabkan karena thitung = 8,684 dan ttabel pada a = 0,05 sebesar 2,02 dan untuk a = 0,01 sebesar 2,70. Karena thitung lebih besar dari ttabel maka dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel Pemanfaatan Komplek Candi Prambanan Sebagai Media Pengajaran Sejarah (X1) dengan variabel Pemahaman Sejarah Indonesia (Y). (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru (X2) dengan Pemahaman Sejarah Indonesia (Y) Koefisien korelasi untuk hubungan kedua variabel adalah sebesar = 0,786. Dari angka korelasi ini maka taksiran koefisien determinasinya sebesar = 0,617. Angka tersebut menunjukkan bahwa 61,70 % variansi yang ada pada variabel Pemahaman Sejarah Indonesia (Y) dapat diprediksi oleh variabel Pemanfaatan Komplek Candi Prambanan Sebagai Media Pengajaran Sejarah (X1) melalui regresi Ŷ = -10,908 + 0,304 X2. Koefisien regresi variabel Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru (X2) terhadap variabel Pemahaman Sejarah Indonesia (Y) adalah 0,304. Berdasarkan hasil pengujian signifikansi ternyata bahwa korelasi X2 dengan Y sangat signifikan, hal ini disebabkan karena thitung = 7,620 dan ttabel pada a = 0,05 sebesar 2,02 dan untuk a = 0,01 sebesar 2,70. Karena thitung lebih besar dari ttabel maka dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru (X2) dengan Pemahaman Sejarah Indonesia (Y). Dengan demikian hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru dengan Pemahaman Sejarah Indonesia teruji kebenarannya. Hal ini berarti semakin tinggi Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru maka semakin tinggi pula Pemahaman Sejarah (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pemanfaatan Komplek Candi Prambanan Sebagai Media Pengajaran Sejarah (X1) dan Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru (X2) dengan Pemahaman Sejarah Indonesia (Y) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pemanfaatan Komplek Candi Prambanan Sebagai Media Pengajaran Sejarah (X1) dan Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru (X2) dengan Pemahaman Sejarah Indonesia (Y) Perhitungan korelasi ganda antara variabel X1 dan variabel X2 secara bersama-sama dengan variabel Y memiliki koefisien korelasi sebesar = 0,835. Dari angka korelasi ini maka taksiran koefisien determinasinya sebesar = 0,698. Angka tersebut menunjukkan bahwa 69,80 % variansi yang ada pada variabel Pemahaman Sejarah Indonesia (Y) dapat diprediksi oleh variabel Pemanfaatan Komplek Candi Prambanan Sebagai Media Pengajaran Sejarah(X1) dan Persepsi tentang Kompetensi Guru (X2) melalui regresi Ŷ = -14,420 + 0,294 X1 + 0,113 X2. Uji keberartian dengan menggunakan uji F menghasilkan Fhitung sebesar 40,435 dan Ftabel pada a = 0,05 sebesar 3,23 dan untuk a = 0,01 sebesar 5,18. Karena Fhitung lebih besar dari Ftabel maka dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pemanfaatan Komplek Candi Prambanan Sebagai Media Pengajaran (X1) dan Persepsi tentang Kompetensi Guru (X2) secara bersama-sama dengan Pemahaman Sejarah Indonesia (Y). Saran yang dapat dikemukakan adalah: (1) Bagi guru / pengajar sejarah (IPS) hendaknya selalu memelihara dan mengembangkan kemampuan mengajar yang dimilikinya, sehingga dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang sejarah dengan lebih baik (2) Bagi institusi kependidikan (Sekolah) hendaknya membuat kebijakan tentang kunjungan ke laboratorium alam seperti penginggalan-peninggalan sejarah yang ada, yang dapat menunjang pengajaran sejarah (3) Bagi siswa hendaknya dapat memanfaatkan sebaik mungkin saat diadakan kunjungan ke lapangan seperti peninggalan sejarah yang ada, sehingga dapat meningkatkan pemahaman mereka dan (4) Bagi peneliti hendaknya dapat melakukan penelitian sejenis dengan melibatkan variabel yang lain, sehingga dapat mengetahui faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan Pemahaman Sejarah Indonesia.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I.doc
Bab II Rina.rtf
Bab III Rina.rtf
BAB IV.rtf
BAB V_rina.rtf
daftar pustaka.doc
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Leo Agung S, M.Pd.
2. Dr. Nunuk Suryani, M. Pd
Catatan Umum : 3415/2007
Fakultas : Fak. KIP