Di tengah kehidupan modernisasi yang membawa dampak globalisasi pada nilainilaibudaya, Masyarakat Adat Bonokeling (MAB) dapat tetap bertahan dengankebudayaan lokal yang dimiliki. Kebudayaan lokal terus bertahan karena adanyapelanggengan budaya dari generasi ke generasi. Keberadaan nilai-nilai budaya yangtetap bertahan ditengah Anak Putu, sebutan diri bagi MAB, menjadi identitas bagiMAB yang menunjukkan karakteristik budaya dan membedakannya denganmasyarakat lain. Pelanggengan budaya lokal sebagai upaya pewarisan budayaberlangsung dalam forum interaksi yang dimiliki MAB. Proses komunikasi MABdalam pewarisan budaya lokal menjadi kajian penelitian ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan peran komunikasi dalampewarisan budaya MAB serta memberikan gambaran proses komunikasi MAB dalammempertahankan keyakinan dan tradisi sebagai budaya lokal Anak Putu Bonokeling.Lokasi penelitian berada di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, KabupatenBanyumas, tempat Anak Putu Bonokeling muncul, berkembang, dan lestari hinggasaat ini.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan bentuk studi kasus. Datadiperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis datamenggunakan model analisis interaktif dan pengembangan deskripsi kasus.Penarikan kesimpulan dilakukan berdasar kaitan unsur temuan yang menjabarkanproposisi deskripsi kasus sebagai tema data penelitian.Berdasarkan hasil pembahasan diperoleh simpulan bahwa proses pewarisanbudaya Masyarakat Adat Bonokeling berlangsung melalui enkulturasi, Anak Putubelajar budaya melalui interaksi, pengamatan, dan peniruan tindakan, yaitu titen danngucing serta sosialisasi Anak Putu belajar berinteraksi dan batasan perilaku melaluisrawung dan rubungan. Proses komunikasi pewarisan budaya Masyarakat AdatBonokeling berlangsung melalui tukar kawruh dalam forum interaksi, yaitu keluarga,aktivitas adat perlon, dan kelompok gendhu-gendhu rasa. Tukar kawruh berlangsungmelalui komunikasi antarpribadi dan komunikasi kelompok. Dalam tukar kawruhAnak Putu melakukan sosialisasi pengetahuan, sharing pengalaman, dan tanya jawabpengetahuan budaya khususnya tentang ajaran keyakinan dan tradisi adat. Perankomunikasi dalam pewarisan budaya lokal Masyarakat Adat Bonokeling adalahsebagai saluran pewarisan budaya yang bertujuan untuk mendapat informasi,melakukan konfirmasi, dan melakukan sosialisasi; sebagai indikator kehidupan sosialAnak Putu; dan sebagai pembentuk identitas budaya.Kata kunci : Masyarakat Adat Bonokeling, proses komunikasi, peran komunikasi,forum interaksi, pewarisan budaya