Penulis Utama : Novita Izzatul Fikri
NIM / NIP : R1114082
×

ABSTRAK
Latar Belakang : Remaja putri merupakan kelompok paling rentan terhadap anemia karena defisiensi besi, karena pola konsumsi makanan yang buruk dan siklus menstruasi setiap bulan. Tujuan penelitian ini mengetahui adakah hubungan antara asupan zat besi dan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Islam Diponegoro  Surakarta.
Metode : menggunakan cross sectional, dengan jumlah sampel 40 orang dari 90 populasi yang dipilih secara quota sampling. Data asupan zat besi diperoleh dengan semi quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ) sedangkan kadar Hb diperoleh dari pemeriksaan dengan metode cyanmethemoglobin. Kedua data diolah menggunakan chi square pada aplikasi SPSS.
Hasil :  Rata-rata asupan zat besi subyek sebanyak 35% dengan kategori defisit dan kurang, sisanya 65% dengan kategori sedang dan baik. Sebanyak 37,5% subyek termasuk dalam kategori anemia.  Hasil uji chi square  pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kedua variabel dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0.000 (p < 0.05), X2 = 28.161a.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara asupan zat besi dan kejadian anemia remaja putri.
Kata Kunci : Asupan zat besi, anemia remaja
ABSTRACT
Background: Female adolescents are most susceptible to anemia due to iron deficiency, which is caused by the bad food consumption monthly menstrual cycle.
Objective: To investigate the correlation between iron intake and anemia incidence of the female adolescents of Senior Secondary School Islam Diponegoro of Surakarta.
Method: This research used the crosssectional approach. The population of research was 90. The samples of research were 40, and were taken by using the quota sampling technique. The data of iron intake were collected through semi quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ) and those of Hb level were collected through examination with cyanmethemoglobin method. The two kinds of data were processed by using the Chi Square aided with the computer program of SPSS.
Result: 35% of the respondents had deficit and less iron intake average, the rest 65% had fair and good iron intake. 37.5% of the respondents suffered from anemia.The result of chi square test shows that there was a significant correlation between the two variables as indicated by the p-value = 0.000 (p < 0.05), X2 = 28.161a.
Conclusion: There was a correlation between the iron intake and the incidence of female adolescents.
Keywords: Iron intake, anemia incidence, adolescents

×
Penulis Utama : Novita Izzatul Fikri
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : R1114082
Tahun : 2015
Judul : Hubungan Antara Asupan Zat Besi dan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA Islam Diponegoro Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2015
Program Studi : D-4 Kebidanan Transfer
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran Prog. DIV Bidan Pendidik-R1114082-2015
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D IV)
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Hardiningsih, SST., M.Kes
2. Sri Mulyani, S.Kep., Ns., M.Kes
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.