Penulis Utama : ADITYA MUKTI WIBOWO
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2009
Judul : Kegiatan komunikasi pemasaran dalam rangka membangun ekuitas merek sunan hotel solo
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2009
Kolasi : xiii, 77 hal
Sumber : UNS-FISIP Jur. Komunikasi-D.1204004-2009
Subyek : SUNAN HOTEL
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah dalam hubungannya dengan tugas public relation, pemasaran mengupayakan pembedaan target marketing dari konsep yang mendahuluinya dengan mass marketing dalam kelompok-kelompok yang lebih homogen dengan harapan diperoleh respons seperti membeli, memakai, menerima, percaya, dan segmentasi lain-lainnya yang harus dilakukan dengan mengidentifikasi perilaku yang homogen dalam kelompok konsumen tertentu. Biasanya ada empat bentuk pendekatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi konsumen hotel dalam rangka mengembangkan strategi yang dikembangkan public relation, yakni (1) reaksi (segera ingin mengubah), (2) akomodatif (mengubah secara perlahan-lahan), (3) proaktif (mengubah secara teratur dan terencana), (4) interaktif (menyesuaikan diri dan proaktif). Sehingga konsep segmentasi yang diterapkan dalam strategi public relation yang dikembangkan hotel. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui manajemen strategi public relation Sheraton Mustika Hotel Yogyakarta tahun 2004. Pengumpulan data yang dilakukan dengan studi lapangan (wawancara dan observasi) dan studi pustaka. Metode analisis data dengan analisis SWOT. Dari hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen strategi public relation Sheraton Mustika Hotel Yogyakarta berdasarkan analisis SWOT yang meliputi : (1) Strengths/kekuatan : lokasi yang strategis, jaringan nasional hotel yang besar, image yang baik serta areal parkir yang luas dan fasilitas hotel yang dapat dijual kepada konsumen; (2) Weaknesses/kelemahan : peralatan atau sarana pendukung yang perlu perbaikan dan pembaharuan; (3) Opportunities /peluang, dan threats/ancaman dengan kesimpulan,. Selanjutnya ditinjau dari segi opportunities/peluang : Sheraton Mustika Hotel mempunyai peluang yang bagus didukung potensi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota budaya, dimana potensial untuk tourist, kegiatan bisnis nasional atau internasional meeting; (4) Threats atau ancamannya adalah situasi politik yang tidak stabil serta banyaknya aksi kerusuhan atau huru hara yang membuat orang takut untuk melakukan perjalanan dan aktivitas di Yogyakarta. Evaluasi strategi public relations yang dilaksanakan di Sheraton Mustika Hotel untuk mengetahui perubahan peningkatan hunian yang dilakukan melalui : (1) Departement head meeting yaitu rapat evaluasi yang dihadiri oleh seluruh kepala bagian dalam kurun waktu satu minggu sekali; (2) Morning breafing, rapat evaluasi dan pengarahan yang dipimpin langsung oleh General Manager untuk membahas tugas-tugas yang akan dilaksanakan selama satu hari serta mengadakan evaluasi atas kegiatan satu hari sebelumnya. Secara internal, komunikasi di Sheraton Mustika Hotel menggunakan dua saluran dasar yakni saluran formal dan informal, dimana komunikasi berperan sebagai kontrol dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan. Aktivitas public relations Sheraton Mustika Hotel untuk mendukung kegiatan pelayanan dengan menerapkan strategi khusus ataupun usaha proaktif agar dapat bersaing dengan sesama houspitality industry (industri wisata) lebih menekankan pada pelayanan yang tinggi pada para tamu, baik dalam negeri maupun manca negara. Bentuk nyata dari kreativitas pihak manajemen Sheraton Mustika Hotel termasuk di dalamnya public relations Sheraton Mustika Hotel dengan melaksanakan special event. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan beberapa tamu bahwa semuanya menyatakan merasa puas, baik dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan oleh pihak hotel kepada pelanggannya. Pelayanan Sheraton Mustika Hotel yang menyenangkan karena para petugas yang ramah. Dalam pelaksanaan manajemen strategi, Sheraton Mustika Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan spesial event, melakukan kerjasama dengan pihak luar. Hal ini dimaksudkan untuk membina hubungan yang baik dengan para tamu sekaligus menciptakan hubungan bisnis yang baru dengan pihak lain, seperti bentuk-bentuk kerjasama berupa acara seminar dan sponsorship yang secara internal didasarkan atas visi dan misi Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta yakni (a) memberikan keuntungan untuk pemilik modal, (b) memberikan kepuasan kerja kepada para karyawan, dan (c) memberikan kepuasan untuk tamu. Adapun secara eksternal dalam menjalankan visi dan misi, maka Sheraton Mustika Yogyakarta menerapkan standar kepuasan tamu Sheraton yang memungkinkan seluruh karyawan memberikan pelayanan kepada para tamu dengan standar yang bermutu tinggi secara terus menerus.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP