Penulis Utama : Ratih Kusumaningrum
NIM / NIP : S851402046
×

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui: 1) manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang diberi model pembelajaran TSTS, NHT, atau TPS. 2) manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi, sedang, atau rendah. 3) pada masing-masing tingkat kreativitas belajar matematika, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang diberi model pembelajaran TSTS, NHT, atau TPS.4)pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi, sedang, atau rendah.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3 3. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Sukoharjo. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket kreativitas belajar matematika. Sebelum digunakan untuk pengambilan data, instrumen tes prestasi dan angket kreativitas belajar matematika terlebih dahulu diujicobakan. Penilaian validitas isi instrumen tes dan angket dilakukan oleh validator. Uji reliabilitas instrumen tes menggunakan rumus KR-20 sedangkan uji reliabilitas instrumen angket menggunakan Cronbach Alpha. Daya pembeda tes dan konsistensi internal angket menggunkan rumus korelasi produk momen dari Karl Pearson. Uji keseimbangan menggunakan uji anava satu jalan. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji anava dua jalan dengan sel tak sama.
Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Model pembelajaran TSTS menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada model pembelajaran NHT dan TPS, dan model pembelajaran NHT dan TPS menghasilkan prestasi belajar matematika sama baiknya.2) Siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa dengan kreativitas belajar matematika sedang dan rendah, dan siswa dengan kreativitas belajar sedang dan rendah mempunyai prestasi belajar matematika sama baiknya. 3) Pada tingkat kreativitas belajar matematika tinggi dan rendah, siswa yang dikenai model pembelajaran TSTS, NHT, dan TPS mempunyai prestasi belajar matematika sama baiknya. Pada tingkat kreativitas belajar matematika sedang, siswa yang dikenai model pembelajaran TSTS dan NHTmempunyai prestasi belajar matematika sama baiknya, siswa yang dikenai model pembelajaran NHT dan TPS mempunyai prestasi belajar matematika sama baiknya, siswa yang dikenai model pembelajaran TSTS mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa yang dikenai model pembelajaran TPS.4) Pada model pembelajaran TSTS, siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi dan sedang mempunyai prestasi belajar matematika sama baiknya, siswa dengan kreativitas belajar matematika sedang dan rendah mempunyai prestasi belajar matematika sama baiknya, siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa dengan dengan kreativitas belajar matematika rendah. Pada model pembelajaran NHT dan TPS, siswa dengan kreativitas belajar matematika tinggi, sedang, dan rendah mempunyai prestasi belajar matematika yang sama baiknya.
Kata kunci:Two Stay Two Stray (TSTS), Numbered Heads Together (NHT), Think Pair Share (TPS), Kreativitas Belajar Matematika
ABSTRACT
The aims of this research were to know: 1) which one gave better mathematics achievement,TSTS, NHT or TPS.2) which one had better mathematics achievement, students who hadhigh, medium, or low mathematicslearning creativity. 3) for each category of mathematics learning creativity, which one gave better mathematics achievement TSTS, NHT or TPS. 4) for each learning model, which one hadbetter mathematics achievement, students who had high, medium, or low mathematics learning creativity.
This study was a quasi experimental research with a 3 x 3 factorial design. The population of research was all of the 8th grader of Junior High Schools in Sukoharjo Regency. The sample was taken using stratified cluster random sampling. The instruments used for collecting data were mathematics learning achievement test and mathematics learning creativity questionnaire. Before used for data collection, achievement test instrumens and questionanaires of mathematics learning creativity were tested. The content validity assessment of test and questionnaires instrument was conducted by the validator. Instrumen reliability test used the KR-20 formula, while the reliability test of questionnaire instrument used Cronbach Alpha formula. Discrimination power of item test and the internal consistency of questionnaire used the product moment correlation formula of Karl Pearson. Balance test used one way anova test. It was concluded that the experimentals in the balanced state. Test requirements include the normality tests by using Lilliefors test methods and homogeneity test used the Bartlett method. It was concluded that the samples come from populations that are normally distributed and homogeneous. The data analysis techniqueused was thetwo-way anovawith unequalcell.
Considering the hypothesis testing, the following conclusions could be drawn. (1) TSTS learning model provided better learning achievement then NHT and TPS learning model did, and NHT and TPS learning model provided equally good learning achievement. (2) The students with high mathematics learning creativity had mathematics learning achievement better than those with medium and low learning creativity did, and those with medium and low learning creativities had equally good learning achievement. 3) In high and low mathematics learning creativity levels, the students treated with TSTS, NHT, and TPS learning model had equally good mathematics learning achievement. At medium mathematics learning creativity level, the students treated with TSTS  and NHT learning models had equally good mathematics learning achievement, those treated with NHT and TPS learning models had equally good mathematics learning achievement, those treated with TSTS learning model had better mathematics learning achievement than those treated with TPS learning model. 4) In TSTS learning model, the students with high and medium learning creativity had equally good mathematics learning, those with medium and low learning creativity had equally good mathematics learning, those with high learning creativity had learning achievement better than the students with low mathematics learning creativity. In NHT and TPS learning model, the students with high, medium, and low mathematics learning creativity had better mathematics learning achievement.
Keywords: Two Stay Two Stray (TSTS), Numbered Heads Together (NHT), Think Pair Share (TPS), Mathematics Learning Creativity

×
Penulis Utama : Ratih Kusumaningrum
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S851402046
Tahun : 2015
Judul : Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS), Numbered Heads Together (NHT), dan Think Pair Share (TPS) pada Materi Lingkaran Ditinjau dari Kreativitas Belajar Matematika Siswa SMP Negeri di Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelaj
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2015
Program Studi : S-2 Pendidikan Matematika
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi. Pendidikan Matematika-S851402046-2015
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Budiyono, M.Sc.
2. Dr. Sri Subanti, M.Si.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Sekolah Pascasarjana
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.