Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruhlatihan pembebanan linier dan non linier terhadap kemampuan pukulan smashtenis meja pada mahasiswa putra pembinaan prestasi tenis meja JPOK FKIP UNSSurakarta tahun 2014. (2) Latihan pembebanan yang lebih baik pengaruhnyaantara linier dan non linier terhadap kemampuan pukulan smash tenis meja padamahasiswa putra pembinaan prestasi tenis meja JPOK FKIP UNS Surakarta tahun2014.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan pretestposttest design. Subjek penelitian ini mahasiswa putra pembinaan prestasi tenismeja JPOK FKIP UNS Surakarta tahun 2014 berjumlah 30 orang. Pengumpulandata dalam penelitian ini dengan tes keterampilan smash tenis meja. Teknikanalisis data yang digunakan dengan uji t pada taraf signifikasi 5%.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Ada perbedaan pengaruhyang signifikan antara latihan pembebanan linier dan non linier terhadapkemampuan pukulan smash tenis meja. Latihan pembebanan linier dan non liniermemiliki karakteristik yang berbeda. Latihan pembebanan linier dilakukan secaraprogresif, sehingga meningkatkan kemampuan baik fisiologis maupun psikologis.Sedangkan latihan pembebanan non linier dilakukan secara bergelombang ataunaik turun, sehingga dibutuhkan adaptasi pada saat beban ditingkatkan. (2)Latihan pembebanan linier lebih baik pengaruhnya daripada latihan pembebanannon linier terhadap kemampuan pukulan smash tenis meja. Karena latihanpembebanan linier dilakukan secara progresif atau bertahao, sehingga kemampuansmash tenis meja lebih cepat meningkat. Sedangkan latihan pembebanan nonlinier dilakukan secara bergelombang atau naik turun, sehingga kemampuansmash tenis meja lambat peningkatannya.Simpulan penelitian ini sebagai berikut: (1) Ada perbedaan pengaruh yangsignifikan antara latihan pembebanan linier dan non linier terhadap kemampuanpukulan smash tenis meja pada mahasiswa putra pembinaan prestasi tenis mejaJPOK FKIP UNS Surakarta tahun 2014, dengan nilai perhitungan t hitung sebesar4.850 dan t tabel sebesar 2,145 pada taraf signifikasi 5%. (2) Latihan pembebananlinier lebih baik pengaruhnya daripada latihan pembebanan non linier terhadappukulan smash tenis meja pada mahasiswa putra pembinaan prestasi tenis mejaJPOK FKIP UNS Surakarta tahun 2014. Kelompok 1 (latihan pembebanan linier)memiliki peningkatan kemampuan pukulan smash tenis meja sebesar 43.68%.Sedangkan kelompok 2 (latihan pembebanan non linier) memiliki peningkatankemampuan pukulan smash tenis meja sebesar 29.83%.Kata kunci: Latihan pembebanan linier dan non linier, kemampuan pukulansmash tenis meja.