Penulis Utama : Fransisca Xaveria Diana Rahmawati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C0307026
Tahun : 2015
Judul : The Analysis of Directive Speech Acts in Interrogative Forms in The Movie Entitled Sherlock Holmes (A Pragmatics Approach)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2015
Kolasi :
Sumber : UNS-FSSR Jur. Sastra Inggris-C0307026-2015
Subyek : PRAGMATICS
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRACT
The research focuses on the questions or interrogative forms which have the functions as directives employed by the characters in the movie entitled Sherlock Holmes. This research was conducted to describe the functions of directive speech acts in interrogative forms employed by the characters in the movie, to find out how the characters express the directives, and also to find the reasons why the questions or interrogative forms are functioned differently as directives.
This research is a descriptive qualitative research. This research uses a pragmatics approach. The technique of sampling used is total sampling. All conversation containing the questions or interrogative forms which have the function or purpose as directive speech acts were taken as data.
Based on the data analysis, the researcher draws conclusions as follows:
Based on John Searle’s directive speech acts criteria, the characters in the movie Sherlock Holmes employ interrogative forms or questions which have the functions or purposes ‘to order’, ‘to request’, ‘to forbid’, ‘to suggest’, ‘to warn’ and ‘to instruct’.
Based on Dell Hymes’ SPEAKING theory, the characters in the movie express the directive speech act in interrogative forms variously which depends on the context, such as when the addresser gives order to someone he/she tends to express it seriously and emphatically, when the addresser requests someone to do something he/she tends to express it politely, etc.
Based on Hymes’ SPEAKING theory, the interrogative forms or questions employed by the characters of the movie are functioned differently based on the situation and relationship between the participants. For example, the questions are functioned differently as directive speech act ‘to order’ because the addresser tries to make the addressee think about what they should do, and because the addresser tries to remind the addressee about his power.
Based on the conclusion above, the researcher hopes that this research gives a contribution to students in studying directive speech act.

ABSTRAK
Penelitian ini berfokus pada kalimat tanya yang berfungsi sebagai tindak tutur langsung yang digunakan oleh para tokoh film Sherlock Holmes. Penelitian dilakukan untuk menjabarkan fungsi dari tindak tutur langsung dalam bentuk kalimat tanya, bagaimana cara para tokoh mengekspresikannya, dan alasan mengapa para tokoh menggunakan kalimat tanya.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik. Semua dialog antar para tokoh yang mengandung kalimat tanya yang berfungsi sebagai tindak tutur langsung diambil sebagai data penelitian.
Berdasarkan analisis data, peneliti mengambil kesimpulan:
Berdasarkan teori tindak tutur langsung yang dikemukakan oleh John Searle, para tokoh dalam film menggunakan kalimat tanya yang berfungsi untuk memerintah, meminta sesuatu, melarang, menyarankan, memperingatkan, dan menginstruksikan.
Berdasarkan teori SPEAKING yang dikemukakan oleh Dell Hymes, para tokoh dalam film mengekspresikan tindak tutur langsung dalam kalimat tanya dengan cara yang berbeda-beda, tergantung pada konteks, misalnya saat seseorang memberikan perintah dia cenderung mengekspresikannya dengan serius dan penuh penekanan, saat seseorang ingin meminta sesuatu pada orang lain dia cenderung mengespresikannya dengan cara yang sopan, dsb.
Berdasarkan teori SPEAKING yang dikemukakan oleh Dell Hymes, kalimat tanya yang digunakan oleh para tokoh dalam film dapat berfungsi sebagai tindak tutur langsung, tergantung pada situasi dan hubungan antar para tokoh, misalnya, kalimat tanya berfungsi untuk memerintah karena tokoh tersebut ingin membuat tokoh lain berpikir tentang apa yang harus mereka lakukan serta untuk menunjukkan kekuasaan.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para mahasiswa yang tertarik melakukan penelitian tentang tindak tutur langsung.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
IMG_20150928_0001.pdf
1. HALAMAN JUDUL.pdf
2. CHAPTER I.pdf
3. CHAPTER II.pdf
4. CHAPTER III.pdf
5. CHAPTER IV.pdf
6. CHAPTER V.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Sri Marmanto, M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa