Penulis Utama : Haivan Kusuma Aji
NIM / NIP : S500809003
×

Abstrak
Latar Belakang : Pemberian cytidine 5-diphosphocoline pada kasus cedera otak belum diketahui apakah dapat meningkatkan Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum.
Tujuan : Untuk mengetahui efek pemberian cytidine 5-diphosphocoline terhadap peningkatan kadar Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum pada pasien cedera otak berat.
Metode : Penelitian ini adalah studi eksperimen klinis dengan rancangan penelitian pre and  post test control group design. Subyek penelitian terdiri dari 11 subyek dalam kelompok kontrol dan 11 subyek dalam kelompok perlakuan. Tiap kelompok dilakukan pemeriksaan Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum pada hari pertama dan hari ke 3.  
Data yang diperoleh diuji homogenitas dengan ANOVA, uji beda dengan uji t-independen dengan menggunakan SPSS 19.0
Hasil : Evaluasi rerata Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum awal pada kelompok kontrol adalah 103.91 ± 18.544 dan akhir adalah 82.55 ± 10.241. Dari kelompok perlakuan rerata Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum awal adalah 96.73 ± 23.096 dan akhir adalah 98.73 ± 15.932. Hasil uji t independen untuk Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum pada penelitian ini menunjukkan p = 0.971 (p > 0,05).
Simpulan : Pemberian cytidine 5-diphosphocoline tidak efektif diberikan pada pasien cedera otak berat tanpa tindakan operatif karena tidak dapat meningkatkan kadar  Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum.
Kata kunci :  cytidine 5-diphosphocoline, Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum.
abstract
Background: It is not known yet whether cytidine 5-diphosphocoline supplementation in brain injury patient may increase Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum levels.
Objective: To determine the effects of cytidine 5-diphosphocoline supplementation towards increased levels of Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum in patients with severe traumatic brain injury.
Methode: This study is a clinical experimental studies with the study design pre and post test control group design. The subjects of the study consisted of 11 subjects in the control group and 11 subjects in the treatment group. Each group performed the examination Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum levels on the first day and 3rd day.
Data obtained homogeneity tested by ANOVA, differential test with independent t-test using SPSS 19.0
Result: Evaluation of the average Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum early in the control group was 103.91 ± 18.544 and the end was 82.55 ± 10.241. For the treatment group, the mean Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum levels were 96.73 ± 23.096 at the beginning and was 98.73 ± 15.932. The result of independent t test for Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum levels in the study was p = 0.971 (p > 0,05).
Conclusion : Cytidine 5-diphosphocoline is ineffective for patients with severe brain injury without operative treatment because it can not raise the level of Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum.
Key words: cytidine 5-diphosphocolin, Insuline Like Growth Factor-1 (IGF-1) serum.

×
Penulis Utama : Haivan Kusuma Aji
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S500809003
Tahun : 2015
Judul : Pengaruh Pemberian Cytidine 5 – Diphosphocholine terhadap Peningkatan Kadar Insuline Like Growth Factor-1 (Igf-1) Serum pada Pasien Cedera Otak Berat
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2015
Program Studi : S-2 Biomedik
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi. Kesehatan Keluarga-S500809003-2015
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Untung Alifianto
2. Tonang Dwi Ardiyanto
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Sekolah Pascasarjana
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.