Penulis Utama : Dita Kafaabillah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C1011014
Tahun : 2015
Judul : Nama Marga Keturunan Arab Hadhrami di Pasar Kliwon Surakarta: Kajian Antropolinguistik
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2015
Kolasi :
Sumber : UNS-FSSR Jur. Sastra Arab-C1011014-2015
Subyek : MARGA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK
“Marga” merupakan hasil dari proses kebudayaan secara turun-temurun. Suatu marga menyimpan harapan, doa, cita-cita leluhur, peristiwa, serta sejarah kehidupan seseorang. Penelitian yang difokuskan di wilayah Kelurahan Pasar Kliwon Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta ini mengambil sampel berupa marga keturunan Arab Hadhrami golongan Alawiyyin. Penelitian ini mengkaji marga-marga tersebut melalui pendekatan secara morfemis dengan pengkategorisasian marga-marga yang ditinjau dari segi jumlah kata penyusun dan pola (wazan) pembentukannya. Di samping itu, penelitian ini juga mengkaji sistem pemargaan yang ditinjau dari aspek penamaan dan pemaknaannya. Penelitian ini memanfaatkan metode cakap dengan teknik pancing dalam menggali sumber-sumber data. Adapun dalam analisis data, penelitian ini memanfaatkan metode agih dengan teknik Bagi Unsur langsung (BUL), dan metode padan referensial dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan Hubung Banding Menyamakan (HBS). Hasil analisis data penelitian ini disajikan secara informal.
Penelitian terhadap nama marga keturunan Arab Hadhrami di Pasar Kliwon menghasilkan empat kesimpulan. Pertama, melalui pendekatan jumlah kata penyusun, marga keturunan Arab Hadhrami tersebut terbagi menjadi tiga jenis, yaitu marga yang terdiri dari satu huruf (charf), satu kata (mufrad), dan dua kata (murakkab). Kedua, ditinjau dari segi pola, marga ini terbagi menjadi delapan jenis pola, yaitu: asma>ul-churu>f (nama partikel), ismul-fa>’il (agent noun), shiyaghul-muba>laghah (superlativeness), ismul-maf’u>l (patient noun), shifah musyabbahah bi ismil-fa>’il (similar quality), ismu’d-dza>t (concrete noun), masdhar (original noun), dan ismul-murakkab (composite). Ketiga, ditinjau dari konsep penamaannya, marga-marga tersebut terbagi menjadi lima konsep penamaan. Adapun, konsep penamaan tersebut yaitu: penamaan berdasarkan penyebutan sifat, kebiasaan, peristiwa, tempat, dan nama tokoh. Keempat, ditinjau dari konsep pemaknaan, marga tersebut terbagi menjadi tiga macam makna, yaitu: makna futuratif, situasional, dan makna kenangan.
Kata Kunci: Antropolinguistik, Keturunan Arab Hadhrami, Marga, Pasar Kliwon.
ABSTRACT
A clan keeps hope, prayer, ancestor?s future goal, occasion, and the history of a person's life. The research was conducted to reveal the clan naming system of Hadhrami Arabian in Pasar Kliwon, Surakarta. The surname of clans were analyzed from morphemic point of view to category them for number of constituent words and their patterns (wazan) formation. In addition, the study also examines the system of giving the surnames seen from their meanings and giving-meaning-process. Data were collected by performing interviews to the members of the clan, and the collected data were analyzed by applying the methods of Cakap combining with Pancing Technique. While in analysis data, this research uses Agih Method combining with Bagi Unsur Langsung (BUL) technique and Padan Referential Method, Pilah Unsur Penentu (PUP) technique, and Hubung Banding Menyamakan (HBS) advanced technique. The results of the analysis data from this research are informally presented. Understanding the clan of Arabian Hadhrami?s descendant is very important to consider the type of its people?s culture.
The results show that from the number of formatting words the surnames of Hadhrami Arabian are classified into three types, those with only one letter (charf), those with one word (mufrad), and those with two words (murakkab). Morever, seen from the patterns, they are categorized into eight types, i.e. asma>ul-churu>f (name of particles), ismul-fa>’il (agent noun), shiyaghul-muba>laghah (superlativeness), ismul-maf’u>l (patient noun), sifah musyabbahah bi ismil-fa>’il (similar quality), ismud-dza>t (concrete noun), masdhar (original noun), and ismul-murakkab (composite). Meanwhile, see from the naming concept , the surnames are divided into five: naming based on the affair of state, habits, events, location, and names of figures. Last but not least, from the meaning concept, the surnames are of three types, futurative, situation, and memorial meaning.
Key words: Anthropolinguistics, Hadhrami Arabian, Clan, Surnaming, Morphemic.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
IMG_20151102_0001.pdf
1. HALAMAN JUDUL.pdf
2. BAB I.pdf
3. BAB II.pdf
4. BAB III.pdf
5. BAB IV.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Muhammad Ridwan, S.S., M.A.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa