Penulis Utama : Rihandoyo
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2009
Judul : Perbedaan pengaruh metode latihan dan power otot tungkai terhadap peningkatan kecepatan lari (Studi eksperimen metode latihan lari cepat Akselerasi dan Repetisi pada siswa putra kelas 2 SMP Negeri 4 Pringsewu Kabupaten Tanggamus Lampung Tahun Pelaja
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pasca Sarjana - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-Pasca Sarjana Prog. Studi Ilmu Keolahragaan-A.120907011-2009
Subyek : POWER OTOT TUNGKAI
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan pengaruh antara metode latihan lari cepat akselerasi (acceleration sprints) dan metode latihan lari cepat repetisi (repetition of sprints) terhadap peningkatan kecepatan lari, (2) Perbedaan hasil peningkatan kecepatan lari antara power otot tungkai tinggi dan power otot tungkai rendah, (3) Interaksi antara metode latihan dengan power otot tungkai terhadap peningkatan kecepatan lari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan desain faktorial 2 x 2. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas 2 SMP Negeri 4 Pringsewu Kabupaten Tanggamus Lampung, berjumlah 40 siswa. Teknik analisis datanya menggunakan ANAVA. Sebelum menguji dengan ANAVA Rancangan 2 x 2, terlebih dulu digunakan uji prasyarat analisis data dengan menggunakan uji normalitas sampel (Uji Lilliefors dengan α = 0,05 % ) dan Uji homogenitas varians (Uji Bartlett dengan α = 0,05 %). Untuk analisa data, subyek kemudian dibagi menjadi dua yaitu yang memiliki power otot tungkai tinggi dan power otot tungkai rendah. Kesimpulan Penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan lari cepat akselerasi dan repetisi dalam meningkatkan kecepatan lari, (F○ = 4,407 > Ft = 4,11). Pengaruh latihan lari cepat repetisi lebih baik dari pada lari cepat akselerasi, rata-rata peningkatannya masing-masing adalah 0,946 dan 0,782, (2) Ada perbedaan hasil peningkatan kecepatan lari yang signifikan antara siswa yang memiliki power otot tungkai tinggi dengan power otot tungkai rendah, (F○ = 11,419 > Ft = 4,11). Peningkatan kecepatan lari pada siswa yang memiliki power otot tungkai tinggi lebih baik dari pada yang memiliki power otot tungkai rendah, rata-rata peningkatannya masing-masing adalah 0,996 dan 0,732, (3) Terdapat interaksi yang signifikan antara latihan lari cepat dan tingkat power otot tungkai terhadap peningkatan kecepatan lari, (F○ = 4,735 > Ft = 4,11) Siswa yang memiliki power otot tungkai tinggi lebih cocok jika diberikan latihan lari cepat repetisi. Siswa dengan power otot tungkai rendah lebih cocok jika diberikan latihan lari cepat akselerasi. Kata-kata Kunci : Metode latihan lari cepat akselerasi, Metode latihan lari cepat repetisi, Power otot tungkai, Kecepatan lari.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I.pdf
bab II.pdf
bab III.pdf
bab IV.pdf
bab V.pdf
daftar pustaka.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. H. Soedjarwo, M.Pd.
2. Dr. dr. Muchsin Doewes, A.I.F.O.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana