Penulis Utama : Fatkhurrahman
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2009
Judul : Pengembangan motif kain sasirangan untuk perancangan tirai ruang tamu bergaya etnik
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2009
Kolasi : xi, 77 hal.
Sumber : UNS-FSSR Prog. Studi D II Kriya Seni-C0902012-2009
Subyek : MOTIF KAIN
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Pengembangan Motif Kain Sasirangan untuk Perancangan Tirai Ruang Tamu Bergaya Etnik. Tugas Akhir: Jurusan Kriya Seni Tekstil Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar belakang perancangan ini adalah: Kain sasirangan merupakan salah satu ragam hias tradisional yang awal mulanya berkembang di kalangan kerajaan daerah Banjar, Kalimantan Selatan. Seiring dengan perkembangan jaman, kain sasirangan ini akhirnya keluar dari kalangan kerajaan dan berkembang dalam masyarakat umum, namun penerapannya masih tetap untuk perlengkapan kepentingan upacara-upacara adat sebagai suatu simbol. Berangkat dari uraian tersebut, muncul sebuah ide untuk mengembangkan jenis ragam hias ini menjadi suatu produk alternatif yang lebih elegan dan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari kain sasirangan, tetapi masih mempertahankan unsur etnisnya. Fokus permasalahan dalam Tugas Akhir ini, yaitu (1) bagaimanakah pengembangan motif sasirangan untuk diterapkan pada tirai ruang tamu rumah bergaya etnik? (2) Bagaimana visualisasi karya tirai untuk ruang tamu rumah bergaya etnik dengan motif pengembangan kain sasirangan? Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode strategi. Langkah-langkah yang dilakukan adalah mengidentifikasi kain sasirangan, melakukan pengamatan terhadap tirai dan ruang tamu, percobaan bahan tirai dan pewarnaan menggunakan berbagai macam zat warna sintetis, sketsa dan visualisasi karya. Teknik yang digunakan dalam perancangan ini adalah teknik sirang (tusuk jelujur) dengan motif sasirangan khas suku Banjar, Kalimantan Selatan. Kain sasirangan merupakan kain yang disakralkan oleh masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya oleh kalangan dalam kerajaan. Kain ini dipercaya memiliki daya magis dan dikenakan untuk ritual upacara-upacara adat suku Banjar.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Sarwono, M.Sn
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa