Penulis Utama : Karis Kusnadi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0310034
Tahun : 2015
Judul : Wisata Seks Di Gunung Kemukus (Studi Tentang Keberadaan, Jaringan Kerja dan Dampak)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2015
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP Jur. Sosiologi-D0310034-2015
Subyek : WISATA SEKS
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK
Gunung Kemukus merupakan tempat wisata ziarah yang tidak luput dari
kegiatan prostitusi. Wisata seks yang ada disini tetap bertahan meskipun sempat
ditertibkan oleh pemerintah setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui sejarah terbentuknya wisata seks; Mengetahui jaringan kerja pekerja
seks komersial di Gunung Kemukus dan mengetahui tanggapan masyarakat
sekitar serta dampak yang muncul akibat adanya wisata seks di Gunung Kemukus.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Habitus yang
dikemukakan oleh Pierre Bourdieu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah penelitian kualitatif dan bersifat studi kasus. Teknik pengambilan sampel
dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan
observasi dan wawancara langsung. Teknik validitas data peneliti menggunakan
teknik triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Model Analisis
Interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi wisata seks yang ada di
Gunung Kemukus dikarenakan adanya kebiasaan yang melekat dalam diri
individu. Rumus generatif dari praktik sosial adalah (Habitus x Modal) + Ranah =
Praktik. Pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh aktor mempengaruhi
habitus. Modal yang dimiliki para aktor, yaitu modal ekonomi (keindahan alam,
penginapan, warung, pekerja seks komersial), modal sosial (Relasi dengan
berbagai pihak), modal budaya (Pengetahuan, Makna/Filosofi), dan modal
simbolik. Ranah dalam penelitian ini adalah Wisata seks di Gunung Kemukus.
Habitus yang melekat pada diri aktor dan peningkatan modal serta didukung
dengan ranah, memberikan kekuatan pada aktor untuk tetap mempertahankan
tradisi ritual seks yang menguntungkan. Modal-modal tersebut merupakan faktor
pendukung bertahannya wisata seks di Gunung Kemukus. Adapun faktor
penghambat dari adanya wisata seks di Gunung Kemukus adalah tidak adanya
dukungan dari pemerintah. Pemerintah menganggap dengan adanya wisata seks di
Gunung Kemukus, akan memperburuk citra Kabupaten Sragen.
Kata Kunci: Wisata Seks, Ritual, Penyimpangan, Gunung Kemukus.
ABSTRAK
Kemukus mountain is a place of pilgrimage that does not escape from
prostitution. Sex tourism that are here persisted despite disciplined by the local
government. The purpose of this study was to determine the history of the
formation of sex tourism; Knowing the network of commercial sex workers in
Mount Kemukus and see what the surrounding community as well as the effects
that arise as a result of sex tourism in the Mount Kemukus. The theory used in this
research is the theory of habitus proposed by Pierre Bourdieu. The method used in
this research is qualitative research and case study. The sampling technique with
purposive sampling. Data collection techniques using direct observation and
interviews. Data validity technique researchers use triangulation techniques. Data
analysis technique used is Interactive Analysis Model.
The results showed that the existence of sex tourism in the Mount
Kemukus due to the habits inherent in the individual. The formula is generative of
social practices (habitus x capital) + field = Practice. Knowledge and experience
possessed by the actor affects habitus. Capital owned by the actors, the economic
capital (natural beauty, lodging, shop, commercial sex workers), social capital
(relations with the various parties), cultural capital (knowledge, Meaning /
Philosophy), and symbolic capital. Domains in this study is the sex tourism in
Mount Kemukus. Habitus inherent in the actor and the increase in capital and
supported by the realm, giving strength to the actor to maintain the tradition of
ritual sex profitable. Capitals is a factor supporting the persistence of sex tourism
in the Mount Kemukus. The limiting factor of the existence of sex tourism in the
Mount Kemukus is the lack of support from the government. The government
considers the presence of sex tourism in the Mount Kemukus, will worsen the
image of Sragen.
Keyword: Sex Tourism, Ritual, Deviation, Gunung Kemukus

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
IMG_20151123_0001.pdf
Cover.pdf
Bab 1.pdf
Bab 2.pdf
Bab 3.pdf
Bab 4.pdf
Bab 5.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. H. Bambang Wiratsasongko, M.Si.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP