Penulis Utama : Agung Kurniawan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0111008
Tahun : 2015
Judul : Efektivitas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Sragen
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2015
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP Jur. Ilmu Administrasi-D0111008-2015
Subyek : EFEKTIVITAS KEBIJAKAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK
Berdasarkan data Riset Kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013, Kabupaten Sragen merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat konsumsi rokok yang perlu mendapat perhatian dari Pemerintah yaitu sebesar 20,0 persen perokok aktif, serta 2,8 persen perokok kadang-kadang. Atas dasar alasan dampak negatif merokok serta keprihatinan Pemerintah Kabupaten Sragen akan bahaya dari merokok itu sendiri, Pemerintah Kabupaten Sragen mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok sebagai payung hukum dalam pengendalian dan mengurangi dampak negatif dari merokok di Kabupaten Sragen.
Penelitian ini menggunakan teori indikator evaluasi kebijakan publik menurut Dunn (2003) untuk melihat efektivitas dari pelaksanaan perda ini berdasarkan ketercapaian tujuan yang tercantum dalam perda. Dan untuk melihat faktor penghambat, peneliti menggunakan teori faktor penghambat kebijakan dari Sunggono (1994).
Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara secara mendalam (indepth interview) dan menggunakan metode analisis kualitatif. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan cara purposive sesuai dengan tujuan penelitian dan kebutuhan data. Penelitian ini dilakukan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen.
Kesimpulan penelitian ini ialah menunjukan bahwa pelaksanaan perda ini belum efektif dan sesuai dengan tujuan yang telah tercantum dalam perda. Masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan perlindungan dari bahaya asap rokok ataupun kondisi lingkungan yang bersih, nyaman dan bebas dari asap rokok karena masih banyaknya ditemukan masyarakat yang merokok di kawasan tanpa rokok tersebut. Faktor penghambat dalam efektivitas perda ini yaitu terkait isi kebijakan, aspek tujuan yang belum jelas standar nya sehingga untuk melihat ketercapaian dari tujuan kebijakan ini menjadi tidak jelas. Terkait informasi, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang perda ini karena sosialisasi yang dilakukan oleh pihak dinas kesehatan belum menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat. Terkait dengan pembagian potensi, belum dibentuk tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang berwenang untuk menyidik dan memberi sanksi terhadap terjadinya pelanggaran dalam pelaksanaan perda ini.
Kata Kunci : Efektivitas Kebijakan, Faktor Penghambat Kebijakan, Kawasan Tanpa Rokok
ABSTRACT
Based on the report of The National Basic Health Research (Riskesdas) in 2013, Sragen District is one of the areas which has a high level of cigarette consumption that need attention from the Government, in the amount of 20.0 percent of active smokers and 2.8 of passive smokers. According to the negative effects of smoking and Sragen Government concerns about it, He issued Sragen Regional Regulation Number 1 Year 2011 about the Non Smoking Areas as the legal framework for controlling and reducing the negative impacts of smoking in Sragen District.
This research uses the indicators of public policy evaluation theory by Dunn (2003) to see the effectiveness of the implementation of this regulation based on goal achievement which stated in it. To see the inhibiting factors, researchers using the theory of policy limiting factors by Sunggono (1994).
Research methods used in this study is the qualitative approach by conducting in-depth interviews and qualitative analysis method. Informants in this research were selected purposively in accordance with the research goals and data needs. This research was conducted in Sragen Health Service Office.
The conclusion of this research is showing that the implementation of this regional regulation has not been impacted in accordance with the goals which is stated in this regulation. There are still many societies who do not get protection from the dangers of cigarette smoke or a clean and comfortable environmental conditions that free of cigarette smoke as there are many people who smoke are found in that non smoking area. Inhibiting factors in the effectiveness of this regional regulation is that is associated content policy, aspects of the purposes for which it is not yet clear of his standard so to see reach of these policy objectives is not clear. Related to information where there are still many people who do not know about this regulation because of the socialization conducted by The Health Service has not been touched to the whole society. Related to the potential division,  the establishment of a team of Civil Servant Investigators has not been authorized to investigate and impose sanctions for violations in the implementation of this cregional regulation.
Keywords: Effectiveness of Policy, Inhibiting Factors, Non Smoking Area

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
IMG_20151123_0001.pdf
SKRIPSI - BAB 0.pdf
SKRIPSI - BAB I.pdf
SKRIPSI - BAB II.pdf
SKRIPSI - BAB III.pdf
SKRIPSI - BAB IV.pdf
SKRIPSI - BAB V.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Didik G. Suharto, S.Sos., M.Si.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP