ABSTRAK Diahayu Yulianie. D0311023 . 2011. “ Tradisi Konflik Perguruan SilatSetia Hati”(Studi Kasus Perguruan Silat Setia Hati Terate Dengan Setia HatiTunas Muda Winongo di Kabupaten Madiun). Skripsi. Jurusan Sosiologi.Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Sebelas Maret Surakarta.Penelitian ini mengambil lokasi di tiga Kecamatan yaitu KecamatanBalerejo, Kecamatan Mejayan dan Kecamatan Dolopo. Tiga kecamatan diKabupaten Madiun ini merupakan wilayah rawan konflik dari kedua perguruansilat baik Perguruan Silat Tunas Muda Winongo maupun Perguruan Silat SetiaHati Terate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tradisi konflik yang terjadiantara Perguruan Setia Hati Tunas Muda Winongo dengan Perguruan Setia HatiTerate di Kabupaten Madiun. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahuipelaku konflik Perguruan Setia Hati Tunas Muda Winongo dengan PerguruanSetia Hati Terate di Kabupaten Madiun serta untuk mengetahui faktor penyebabterjadinya konflik antara Perguruan Setia Hati Tunas Muda Winongo denganPerguruan Setia Hati Terate di Kabupaten Madiun. Sampel diambil denganmenggunakan teknik purposive sampling. Untuk menjamin validitas datadigunakan triangulasi sumber, sedangkan analisis data yang digunakan adalahmodel interaktif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teorikonfikyang dikemukakan oleh lewis A. Coser dan Teori Ralf Dahrendorf. Dalamproses penulisan penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitiankualitatif dengan model analisis studi kasus. Dalam pengumpulan data primerdigunakan metode wawancara mendalam (indepth interview) terhadap parainforman yang telah ditentukan terlebih dahulu dan metode observasi. Sedangkandata sekunder diperoleh dari hasil penelitian, jurnal ilmiah, artikel-artikel baik darimedia cetak maupun elektronik, penelusuran pustaka terkait.Berdasarkan hasil penelitian, tradisi konflik yang terjadi antara perguruanSetia Hati Tunas Muda Winongo dengan Setia Hati Terate bergejolak dan munculdipermukaan sejak tahun 1987. Kemudian bentuk bentuk konfliknya dapat berupapengeroyokan, pelemparan, penganiyaan, pengrusakan dan juga senjata tajam.Konflik yang terjadi merupakan bentuk konflik horizontal dan terbuka.Pelakukonflik kekerasan tersebut adalah remaja yang berkisar umur 15-30 tahun.Faktorpenyebabnya terdiri atas faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternalantara lain kesenjangan sosial dan ekonomi, doktrin dan pembelajaran kekerasan.Sedangkan faktor internalnya antara lain ketidaktahuan tentang sejarah, rasamemiliki yang berlebihan, faktor usia dan singkatnya massa belajar.