Penulis Utama : Ari Kristianto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Karakteristik tanah lempung yang dicampur ijuk ditinjau terhadap indeks pemampatan (Clay Characteristic that Mixed with Ijuk Observed by Index of Compression)
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur. Teknik Sipil-I.0199053-2005
Subyek : INDEKS PEMAMPATAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tanah lempung pada kondisi basah mempunyai potensi kembang susut yang besar sehingga mudah mengalami penurunan. Sifat-sifat tersebut dapat diperbaiki dengan penambahan serat ke dalam deposit tanah untuk mendapatkan karakteristik mekanis tanah yang lebih baik. Salah satu alternatif serat alami yang dipakai untuk memperbaiki sifat mekanis tanah adalah serat ijuk. Penggunaan ijuk didasarkan pada beberapa keunggulan antara lain mempunyai kemampuan menyerap dan mengalirkan air, tidak mudah rapuh, tahan terhadap lingkungan yang asam maupun lingkungan berkadar garam tinggi. Serat ijuk yang ditambahkan ke dalam deposit tanah diharapkan dapat memperkecil penurunan yang terjadi pada tanah lempung yang mengalami pembebanan. Besar penurunan yang terjadi dapat diketahui dari indeks pemampatan. Sampel tanah diperoleh dari daerah Klaten, diambil secara manual sehingga termasuk kategori sampel disturbed. Tanah yang akan dijadikan sampel penelitian di laboratorium, terlebih dahulu diangin-anginkan untuk mencapai kondisi kering udara. Pengujian dilakukan dalam dua tahap yaitu pengujian pendahuluan dan pengujian utama. Pengujian pendahuluan meliputi soil test dan pengujian standar proctor yang terdiri dari dua jenis sampel yaitu sampel tanah tanpa campuran ijuk dan sampel tanah dengan campuran serat ijuk sebesar 0.1 % dari berat kering sampel. Variasi panjang serat yang digunakan dalam uji proctor adalah 1.5 cm, 2 cm, 2.5 cm, 3 cm, 3.5 cm dan 4 cm. Pengujian proctor pada sampel campuran ijuk 0.1 % dengan panjang serat 2.5 cm menghasilkan kondisi paling optimal yaitu menghasilkan berat isi kering sebesar 1.256 gr/cm3 dan kadar air optimum sebesar 32.5 %. Pengujian utama merupakan pengujian konsolidasi yang terdiri dari dua jenis sampel yaitu sampel tanah tanpa campuran ijuk dan sampel dengan campuran serat ijuk sebesar 0.1 % pada panjang serat 2.5 cm. Kadar air yang dipakai adalah kadar air di atas optimum yaitu sebesar 500 ml (45.098 %) dan 550 ml (47.082 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat ijuk pada kadar air di atas optimum mampu menurunkan indeks pemampatan. Penurunan indeks pemampatan laboratorium dan lapangan pada kadar air 45.098 % masing-masing sebesar 30.89 % dan 12.78 %, sedangkan pada kadar air sebesar 47.082 % terjadi penurunan masing-masing sebesar 32.72 % dan 36.72 %. Kata-kata kunci : tanah lempung kondisi basah, serat ijuk, indeks pemampatan, uji proctor, uji konsolidasi, kadar air di atas optimum.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
babI.pdf
babII.pdf
babIII.pdf
babIV.pdf
babV.pdf
daftar pustaka.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Noegroho Djarwanti, MT.
2. Niken Silmi S. ST, MT.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik