Penulis Utama : Ahmad Syaiku Sardiyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K1310004
Tahun : 2015
Judul : Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Sebagai Strategi untuk Meningkatkan Sikap Positif dan Pemahaman Siswa pada Materi SPLDV di SMP N 1 Grogol Tahun Ajaran 2014/2015
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2015
Kolasi :
Sumber : UNS-FKIP Jur. Pendidikan Matematika-K1310004-2015
Subyek : SIKAP POSITIF
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dapat meningkatkan sikap positif dan pemahaman pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Grogol dan untuk mengetahui peningkatan sikap positif dan pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Grogol tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 32 siswa. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari guru matematika dan siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Grogol. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data sikap positif siswa diperoleh dari hasil observasi selama proses pembelajaran, data pemahaman diperoleh dari hasil tes akhir siklus dan dokumentasi. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah sikap positif siswa berada dalam kategori tinggi dan setidaknya 75% siswa mencapai level skor lebih dari atau sama dengan 2 untuk setiap indikator pemahaman siswa berdasarkan KTSP tahun 2006.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa langkah pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dapat meningkatkan sikap positif dan pemahaman siswa adalah: 1) Kegiatan awal, guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru menginformasikan pembagian kelompok belajar siswa dalam mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada kegiatan inti. Guru menginformasikan bahwa akan ada penghargaan diakhir pembelajaran bagi siswa yang aktif selama proses pembelajaran. Kemudian siswa diberikan apersepsi. 2) Kegiatan inti, siswa dihadapkan kepada masalah yang memancing siswa untuk berpikir. Guru memberikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata dan mengaitkan dengan materi yang akan dipelajari. Guru dapat menambahkan gambar ilustrasi agar siswa tidak kebingungan. Sebelum siswa mengerjakan LKS, guru menjelaskan cara mengerjakan LKS. Guru juga selalu memotivasi siswa untuk bekerja secara berkelompok. Saat presentasi hasil diskusi, guru harus memberikan motivasi kepada kelompok yang tidak presentasi agar berani bertanya atau mengungkapkan pendapatnya, jika ada hal-hal yang belum dipahami. Guru juga dapat menunjuk siswa yang belum presentasi agar memberikan tanggapan hasil presentasi. Kemudian guru memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif selama proses pembelajaran. 3) Kegiatan penutup, guru merefleksi hasil pembelajaran dengan proses tanya jawab dan guru dapat menunjuk siswa jika tidak ada yang angkat tangan. Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran yang telah dipelajari pada hari itu. Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. Berdasarkan hasil observasi, persentase rata-rata sikap positif siswa pada prasiklus sebesar 33,13%. Pada siklus I rata-rata sikap positif siswa mengalami peningkatan sebesar 27,19% menjadi 60,32% dan siklus II mengalami peningkatan sebesar 15,15% menjadi 75,47%. Sedangkan dari hasil tes, pada indikator menyatakan ulang suatu konsep meningkat sebesar 6,25%, untuk indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representatif matematis meningkat sebesar 12,50%, untuk indikator menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi tertentu meningkat sebesar 24,99%, dan pada indikator mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah meningkat sebesar 19,25%. Berdasarkan hasil observasi selama proses pembelajaran dan hasil tes siklus dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan sikap positif dan pemahaman siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Grogol tahun ajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari ketercapaian indikator keberhasilan yaitu sikap positif siswa berada dalam kategori tinggi dan 75% siswa mencapai level skor lebih dari sama dengan 2 untuk setiap indikator pemahaman siswa.   
Kata kunci: Problem Based Learning (PBL), sikap positif, pemahaman
ABSTRACT
This classroom action research aims to describe the implementation of learning with Problem Based Learning (PBL) model which can increase the positive attitude and comprehension of mathematics in class VIII of State Junior High School 1 of Grogol and to determine the increase of students’ positive attitude and comprehension after participating in teaching learning model of Problem Based Learning (PBL).
This research is class action research hold in two cycles. Each cycle consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. The research subject is class VIII A of State Junior High School 1 of Grogol academic year 2014/2015 with total 32 students. Source of data in this research was obtained from mathematics teacher and students in class VIII A of State Junior High School 1 of Grogol. The data collected in this study is the positive attitude data which obtained from the observation of students during the learning process, comprehension data obtained from the final test of the cycle and documentation. This research is considered successful when students’ positive attitude in the high category and at least 75% of students achieving score level of more than or equal to 2 for every indicator of students’ comprehension based on KTSP 2006.
The research concludes that the learning step with Problem Based Learning (PBL) model which can increase the students’ positive attitude and comprehension are: 1) Opening, the teacher stating the learning objectives. The teacher informs the division of student learning in a working group to do the Student Worksheet (LKS) on core activities. The teacher informs that there will be a reward at the end of learning activity for students during the learning process. Then the students were given apperception. 2) Core activities, students are exposed to the problems that stimulate students to think. The teacher gives problems related to real life and associate with the material to be studied. The teacher can add the illustrations so that students are not confused. Before students working on worksheets, the teacher explained how to work on worksheets. The teacher also always motivates students to work in groups. When presenting the results of the discussion, the teacher should provide motivation to the group that is not presentation to dare ask or express his opinion, if there are things that are not understood yet. The teacher can also point to students who have not in a presentation to give feedback of the presentation’s result. Then the teacher gives awards to students who are active during the learning process. 3) The closing, the teacher reflects learning outcomes with the question-answer process and the teacher can point to students if nobody raised their hands. Then the teacher with students concluded the lessons learned that day. The teacher informs the learning activities that will be done at the next meeting.Based on observations, the average percentage of students’ positive attitude on pre-cycles is 33.13%. In the first cycle the average of students’ positive attitude has increased by 27.19% to 60.32% and the second cycle increased by 15.15% to 75.47%. While the results of the test, the indicator of restate a concept has increased by 6.25%, for the indicator of presents the concept in various forms of representative mathematical increased by 12.50%, for indicator in use, utilize and choose certain procedures or operations increased by 24.99%, and the indicators to apply the concept or problem-solving algorithms increased by 19.25%. Based on observations during the learning process and the results of the cycle test can be concluded that the implementation of Problem Based Learning (PBL) model may increase the students’ positive attitude and comprehension in class VIII A of State Junior High School 1 of Grogol academic year 2014/2015. It can be seen from the achievement of success indicator which is the positive attitude of students were in the high category and 75% of students achieving scores level more than or equal to 2 for every indicator of student comprehension
Keywords:    Problem Based Learning (PBL), positive attitude, comprehension

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Scan_6.pdf
BAB 0.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Getut Pramesti, S.Si., M.Si.
2. Henny Ekana C., S.Si., M.Pd.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP