Penulis Utama : Muhammad Arya Damas
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : A121308026
Tahun : 2015
Judul : Studi Tentang Perkembangan Kapasitas Institusi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia Provinsi Jawa Tengah Pasca Lahirnya Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional ( UUSKN ) Tahun 2005
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2015
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi. Ilmu Keolahragaan-A121308026-2015
Subyek : UUSKN
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Keadaan IKASI
Provinsi Jawa Tengah pasca lahirnya Undang-Undang Sistem Keolahragaan
Nasional ( UUSKN ). (2) Keadaan organisasi dan manajemen pada IKASI
Provinsi Jawa Tengah pasca lahirnya Undang-Undang Sistem Keolahragaan
Nasional ( UUSKN ). (3) Keadaan pelatih dan atlet pada IKASI Provinsi Jawa
Tengah pasca lahirnya Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional ( UUSKN
). (4) Keadaan prasarana dan sarana latihan pada IKASI Provinsi Jawa Tengah
pasca lahirnya Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional ( UUSKN ). (5)
Pendanaan pada IKASI Provinsi Jawa Tengah pasca lahirnya Undang-Undang
Sistem Keolahragaan Nasional ( UUSKN ).
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan bersifat
deskriptif. Alasan yang mendasarinya adalah karena dalam penelitian ini
mengambil masalah keadaan IKASI Povinsi Jawa Tengah, yang disajikan secara
deskriptif, bukan merupakan pernyataan jumlah dan tidak dalam bentuk angkaangka.
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) IKASI Provinsi Jawa Tengah
pasca lahirnya Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional ( UUSKN ) cukup
baik, karena Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar ( PPLP ) untuk olahraga anggar
belum terlaksanakan dengan baik. (persiapan ± 80%). Hasil penelitian
menunjukan bahwa (2) keadaan organisasi IKASI Jawa Tengah pasca lahirnya
Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional ( UUSKN ) cukup baik.
Organisasi IKASI Jawa Tengah yang sehat, sehingga kegiatan organisasi IKASI
Jawa Tengah dapat berjalan sebagaimana mestinya. Kegiatan IKASI Jawa Tengah
dilakukan oleh pengurus yang peduli dengan keberadaan olahraga anggar. (3)
Keadan pelatih dan atlet IKASI Jawa Tengah pasca lahirnya Undang-Undang
Sistem Keolahragaan Nasional ( UUSKN ) masih butuh perhatian, hal ini
dikarekan masih banyak atlet yang belum masuk kedalam pemusatan latihan,
seharusnya kemampuannya sudah memadai. (4) Prasarana dan sarana latihan
IKASI Jawa Tengah pasca lahirnya Undang-Undang Sistem Keolahragaan
Nasional ( UUSKN ) sudah cukup baik. Hal ini dapat di lihat dari para atlet yang
tidak harus bergantian menggunakan alat. (5) Sumberdana yang diperoleh IKASI
Jawa Tengah dari KONI Jawa Tengah tersebut, ternyata masih sangat kurang
sehingga sumber dana yang diperoleh pengurus IKASI Jawa Tengah dari sponsor
maupun orang tua atlet sangat bermanfaat, agar dana IKASI Jawa Tengah lebih
baik. Manajemen keuangan yang baik dan memadai akan memperlancar kegiatan
pembinaan dan pelatihan, sehingga prestasi yang tinggi dapat dicapai.
Simpulan yang di dapat dari penelitian ini yaitu persiapan pengurus
IKASI Jawa Tengah pasca lahirnya Undang-Undang Sistem Keolahragaan
Nasional ( UUSKN ) Tahun 2005 cukup maksimal. Unsur-unsur pendukung
pembinaan IKASI Jawa Tengah masih ada yang kurang maksimal, yaitu sumber
dana dari KONI Jawa Tengah kurang baik dan pembinaan atlet IKASI Jawa
Tengah masih belum objektif, belum sesuai dengan kemampuan para atlet.
Kata Kunci : Ikatan Anggar Seluruh Indonesia ( IKASI ) Provinsi Jawa Tengah,
Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional ( UUSKN ) Tahun
2005.
ABSTRACT
The objective of research was to find out: (1) the condition of IKASI of
Central Java province after the enactment of National Sports System Law
(UUSKN), (2) the organizational and management conditions of IKASI of
Central Java province after the enactment of National Sports System Law
(UUSKN), (3) the condition of coaches and athletes in IKASI of Central Java
province after the enactment of National Sports System Law (UUSKN), (4) the
condition of practicing infrastructure in IKASI of Central Java province after the
enactment of National Sports System Law (UUSKN), and (5) the funding in
IKASI of Central Java province after the enactment of National Sports System
Law (UUSKN).
This study employed a qualitative research method that was descriptive in
nature. The reason underlying was that this study addressed the problem of
condition in IKASI of Central Java, presented descriptively, rather than the
statement of number and numerical form.
The results of research were as follows. (1) IKASI of Central Java
province after the enactment of National Sports System Law (UUSKN) was in
good enough condition, because the Student Education and Practicing Center
(PPLP) for fencing sport had not been implemented well (preparation ± 80%). (2)
The organizational condition of IKASI of Central Java province after the
enactment of National Sports System Law (UUSKN) was healthy, so that the
organizational activities of Central Java’s IKASI ran duly. The activities of
Central Java’s IKASI were undertaken by the administrators who cared about the
existence of fencing sport. (3) The condition of coaches and athletes in IKASI of
Central Java province after the enactment of National Sports System Law
(UUSKN) still required attention, because many athletes had not been enrolled in
practicing center but had had adequate ability. (4) The infrastructure of practicing
in IKASI of Central Java province after the enactment of National Sports System
Law (UUSKN) had been good enough. It could be seen from the athletes using
the instruments individually. (5) The fund source the Central Java’s IKASI had
derived from KONI of Central Java, but it was still inadequate so that the fund
collected from sponsor and athlete parents was very useful to make IKASI of
Central Java better. The good and adequate financial management would smooth
the building and training activities, so that the high achievement would be
achieved.
The conclusion of research was that the preparation of Central Java’s
IKASI administrators after the enactment of National Sports System Law
(UUSKN) of 2005 had not been maximal. Some supporting factors of building in
Central Java’s IKASI existing had not been maximal, in which the fund source
from Central Java’s KONI was poor and the athlete building in Central Java’s
IKASI still ran less objective, inconsistent with the athletes’ ability.
Keyword : Indonesian Fencing Association Institution of Central Java Province,
National Sports System Law (UUSKN) in 2005.

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
IMG_20160222_0001.pdf
HALAMAN DEPAHN.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof.Dr. Agus Kristiyanto, M.Pd.
2. Prof.Dr. Muchsin Doewes, MARS
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana