Penulis Utama : Aulia Rahmawati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S.241208002
Tahun : 2016
Judul : Kolaborasi antar daerah pawonsari dalam penyelesaian konflik antar nelayan di Perairan Pacitan, Wonogiri dan Gunungkidul
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2016
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Studi Administrasi Publik-S.241208002-2016
Subyek : KONFLIK
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kolaborasi antar daerah Pawonsari (collaborative process) dalam penyelesaian konflik antar nelayan di perairan Pacitan, Wonogiri dan Gunungkidul dilihat dari face to face dialogue, building trust, comitmment to process, shared understanding, dan intermediate outcomes. Serta faktor-faktor yang mempengaruhi kolaborasi antar daerah dalam penyelesaian konflik dilihat dari aspek starting condition, institutional design, facilitative leadership. Data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan analisis rangkaian waktu (time series analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses kolaborasi merupakan proses non linear sebagai pencapaian dari face to face dialogue, building trust, comitmment to process, shared understanding, dan intermediate outcomes.(2) Face to face dialogue menjadi jantung dari proses kolaborasi untuk pembentukan trust, commitment dan understanding dan intermediate outcomes. (3) membangun trust antar peserta kolaborasi dilakukan dengan mengivestasikan waktu dan energi. (4) Commitment dilakukan dengan distribusi kepemilikan forum kolaborasi dan menggali keuntungan-keuntungan proses kolaborasi. (5) sharing of understanding merupakan proses pembelajaran dalam Collaborative Governance yang akan menguatkan trust dan commitment untuk berpartisipasi. (6) program real yang dapat dikerjakan secara bersama-sama sebagai manifestasi intermediate outcomes menjadi sarana untuk membangun trust dan commitment dan shared undestanding.(7) Prehistory of Conflict dan Power Resources Imbalance tidak menjadi penghambat dalam kolaborasi antar daerah, dimana resources interdependency antar daerah justru akan meningkatkan Insentive for Participation dalam procses kolaborasi.(8) Kualitas dan keberagaman aktor semakin meningkatkan legitimasi proses kolaborasi.(9) Facilitative Leadership yang diperankan oleh Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) Pawonsari sebagai champion kolaborasi antar daerah dalam penyelesaian konflik.
Saran yang diberikan adalah (1) Perlu dibuat agenda bersama bidang kelautan. (2) Perlu ada forum rutin. (3) Perlu dibuat sosialisasi massive terkait kolaborasi antar daerah, (4) Perlu independent facilitator untuk memberdayakan aktor yang lemah.
Kata kunci: Kolaborasi Antar Daerah, Penyelesaian konflik, Governance

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER, DAFTAR ISI, ABSTRAK.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
IMG_0022.jpg
JURNAL THESIS.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti N., M.Si
2. Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana