Penulis Utama : Umi Hani’ Vismayanti Lismana
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : G.0012223
Tahun : 2016
Judul : Sitokin ifn-? plasma, kavitas paru dan waktu konversi sputum pasien mdr-tb rsud dr. moewardi di Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2016
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran Jur. Kedokteran-G.0012223-2016
Subyek : KAVITAS PARU
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Latar Belakang: Sitokin interferon-gamma (IFN-?) merupakan sitokin yang berperan penting dalam imunitas terhadap infeksi Tuberculosis (TB). Produksi IFN-? Peripheral Blood Mononuclear Cells (PBMC) diketahui mengalami penurunan pada infeksi Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data level sitokin IFN-? plasma, ada atau tidaknya kavitas paru, dan waktu konversi sputum, termasuk kaitan level sitokin IFN-? plasma dengan ada atau tidaknya kavitas paru dan waktu konversi sputum pasien MDR-TB Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi di Surakarta.
Metode: Sampel plasma dan data klinis pasien MDR-TB RSUD Dr. Moewardi di Surakarta dari tanggal 26 Mei hingga 17 Juli 2012 dikumpulkan. Pemeriksaan sandwich Enzyme-Linked Immuno-Sorbent Assay (ELISA) dilakukan untuk mengetahui konsentrasi IFN-? dalam sampel plasma. Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan protokol yang terdapat dalam Quantikine® ELISA Human IFN-? Immunoassay Kit (R&D Systems, Minneapolis, USA). Nilai konsentrasi IFN-? plasma dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney dan data kategorikal dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji Fisher (Fisher’s exact test).
Hasil: Pasien MDR-TB yang memiliki konsentrasi IFN-? plasma rendah (=10 pg/ml) terdapat sebanyak 56,7% (17/30). Pasien yang lebih muda (=41 tahun) memiliki nilai konsentrasi IFN-? plasma yang lebih tinggi (p= 0,019). Pasien MDR-TB dengan kavitas paru ditemukan lebih banyak pada pasien MDR-TB dengan konsentrasi IFN-? plasma rendah [Odds Ratio (OR)= 2,93; 95% Confidence Interval (CI): 0,657 – 13,093; p= 0,153]. Pasien MDR-TB dengan konsentrasi IFN-? rendah ditemukan lebih banyak pada pasien MDR-TB dengan waktu konversi sputum yang lebih lama (>2 bulan) (OR= 2,33; 95% CI: 0,466 – 11,693; p= 0,440).
Simpulan: Pasien MDR-TB yang memiliki kavitas paru dan waktu konversi sputum yang lebih lama (>2 bulan) ditemukan lebih banyak pada pasien MDR-TB dengan konsentrasi sitokin IFN-? plasma rendah.
Kata Kunci: MDR-TB, IFN-?, ELISA, kavitas paru, waktu konversi sputum

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Awalan.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
BAB VI.pdf
IMG_20160228_0005.jpg
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Afiono Agung Prasetyo, dr., Ph.D
2. Yulia Sari, S.Si., M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran