Penulis Utama : Suparno
NIM / NIP : A131008011
×

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan studi kasus pada elemen sistem penyediaan air bersih yang berkaitan dengan kawasan tangkapan air. Elemen tersebut berupa pipa transmisi eksisting, reservoir dan bangunan air lainnya yang secara langsung sangat dipengaruhi oleh kondisi daerah tangkapan air di lingkungan sumber mata air Semiri, Semenjing, Sijarak, dan Sikempong. Di masa mendatang, seiring dengan pertumbuhan penduduk di Kabupaten Karanganyar, berkorelasi dengan pertambahan kebutuhan air, mendorong peneliti untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan sistem eksisting transmisi perkotaan mampu dioperasikan untuk mensuplai air bersih dari mata air sampai ke reservoir distribusi, serta bagaimana keadaan lingkungan daerah tangkapan air agar dipastikan masih sesuai fungsi untuk menghasilkan debit air konstan di beberapa mata air yang dimanfaatkan PDAM. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan solusi alternatif bagaimana mengoptimalkan pemanfaatan mata air, menemukan kebocoran, mengetahui karakter aliran air dan besaran konsumsi air di wilayah perkotaan (Karanganyar, Tasikmadu dan Jaten).
Metode penelitian dilakukan dengan beberapa langkah kerja yaitu pengecekan terhadap data yang telah diperoleh, terdiri dari data topografi, data jaringan, data inflow, data debit, data tekanan air, data kontinuitas aliran, data kualitas air, serta karakteristik pemakaian air. Langkah berikutnya adalah melakukan analisis sistem eksisting menggunakan program EPANET 2.0 apakah dapat dioptimalkan fungsinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumber mata air yang masih dapat dimanfaatkan PDAM adalah sebesar 19,52 liter/detik, (baru termanfaatkan 180,48 liter/detik dari total potensi 200 liter/detik). Berdasarkan pengukuran, debit yang masuk ke dalam pipa transmisi dari sumber mata air adalah sebesar 178,24 liter/detik. Sedangkan debit yang keluar dari pipa transmisi (sebelum reservoir) adalah sebesar 170,28 liter/detik, sehingga kebocoran pada pipa transmisi adalah sebesar 7,96 liter/detik. Jumlah pemakaian air maksimal pelanggan PDAM tahun 2012 di wilayah penelitian sebesar 206,88 liter/detik dan masih di bawah kapasitas produksi PDAM sebesar 251,96 liter/detik. Hal ini menunjukkan terjadinya kehilangan air pada wilayah pelayanan sebesar 53,48 liter/detik. Hasil simulasi dengan menggunakan program komputer EPANET 2.0, sistem transmisi yang mengalirkan air dari mata air sampai dengan reservoir mampu dioptimalkan sampai dengan debit 246 liter/detik atau lebih besar dari total potensi mata air PDAM.
Kata kunci : Optimalisasi, Tangkapan Air, Sistem Transmisi, Air Bersih.
ABSTRACT
This research is a case study on water supply system elements relating to the catchment. The elements in the form of existing transmission pipe lines, reservoirs and other water buildings that are directly influenced by the condition of the water catchment area in the springs Semiri, Semenjing, Sijarak, and Sikempong in the future. Along with the growth of population in Karanganyar that correlated with in creasing water needs, encourage researchers to determine how likely the existing system of urban transmission capable of being operated to supply clean water from the spring to the reservoir distribution, and how environmental conditions of water catchment areas in order to be sure they fit function to generate a constant flow of water in some springs are utilized taps. The purpose of this study obtain alternative solutions how to optimize the use of springs, find leaks, knowing the character of the flow of water and the amount of water consumption in urban areas (Karanganyar, Tasikmadu and Jaten).
Methods of research carried out by several working step sare checke dagainst the data that have been obtained, which consists of topographic data, the data network, the data inflow, the data flow, the water pressure data, continuity of data flow, water quality data, as well as water consumption characteristics. The next stepis to analyze the existing system using EPANET 2.0 program if it canbe optimized functions.
The results showed that the potential water sources can still be used taps is equal to 19.52 liters/second, (recently utilized 180.48 liters/second of the total potential of 200 liters/second). Based on the measurements, the discharge in to the transmission pipe line from the water source is at 178.24 liters/second. While the discharge that comes out of the transmission pipe (before reservoir) is equal to 170.28 liters/second, resulting in leakage of the transmission pipe is equal to 7.96 liters/second. The maximum amount of water us age taps customers in 2012 in the research area of 206.88 liters/second and is still under production capacity taps of 251.96 liters/second. This indicatesa loss of water in the service area of 53.48 liters/second. Simulation results using a computer program EPANET 2.0, transmission systems that drain the water from the spring until the reservoir is able tobe optimized to discharge 246 liters/second or greater than the total potential taps springs.
Keywords: Optimization, Catchment, Transmission System, Clean Water.

×
Penulis Utama : Suparno
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : A131008011
Tahun : 2015
Judul : Optimalisasi Pemanfaatan Mata Air Semiri, Semenjing, Sijarak dan Sikempong untuk Memenuhi Kebutuhan Air Bersih PDAM Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2015
Program Studi : S-2 Ilmu Lingkungan
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi. Ilmu Lingkungan-A131008011-2015
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ir. MTh. Sri Budiastuti, M.Si
2. Dr. Prabang Setyono, S.Si., M.Si.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Sekolah Pascasarjana
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.