ABSTRAKPendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yangdisebabkan oleh virus Dengue. Di Indonesia pada tahun 2014 tercatat dari awalJanuari hingga pertengahan Desember terdapat 71.668 orang penderita DBD dan641 orang diantaranya meninggal dunia. Hingga saat ini belum ada terapi yangspesifik dalam penanganan demam Dengue. Penelitian ini bermaksud untukmelakukan skrining mengenai ekstrak bahan alam yang ada di Indonesia sebagaiantivirus Dengue.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimentallaboratorium. Subjek dalam penelitian ini adalah virus Dengue serotipe 2 strainNew Guinea C (DENV2 NGC) yang diinfeksikan ke dalam cell line Huh-7.Penelitian dilakukan melalui dua tahap perlakuan. Pertama, denganmencampurkan larutan virus Dengue dan ekstrak bahan alam kemudiandiinfeksikan ke dalam sel Huh-7 monolayer sehingga akan didapatkan perseninfektivitas melalui uji Focus Forming Unit assay. Kedua, ekstrak bahan alamyang dipaparkan ke dalam sel Huh-7 monolayer sehingga akan didapatkan persenviabilitas melalui uji MTT assay. Penelitian ini dianalisis dengan cara deskripsianalitik. Ekstrak yang efektif sebagai antivirus Dengue secara In Vitro apabilamemiliki persen infektivitas < 20% dan persen viabilitas > 50%.Hasil: Ekstrak daun meniran (Phyllanthus niruri L.), daun pepaya (Carica papayaL.), dan Rimpang kunyit (Curcuma longa L.) memiliki persen viabilitas berturutturutsebesar 96,2%, 97,5%, dan 88,7%. Sedangkan rata-rata persen infektivitasberturut-turut sebesar 63,9%, 10,5%, dan 53,6%.Simpulan: Ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) efektif sebagai antivirusDengue secara In Vitro.Kata kunci: DENV2 NGC, Dengue, Meniran, Daun Pepaya, KunyitABSTRACTIntroduction: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease thatcaused by Dengue virus. In Indonesia in 2014 was recorded from early January tomid-December there were 71.668 DHF cases with 641 mortalities. Until this time,DHF doesn’t have a specific therapy. The aim of this study is to screen aboutnatural extracts in Indonesia as antidengue.Methods: This study was a laboratory experimental research with Dengue virusserotype 2 strain New guinea C (DENV2 NGC) as a subject which was infectedinto Huh-7 cell line. The study was conducted in 2 parts. First, Dengue virussolution was mixed with natural extract and then this solution was infected toHuh-7 cell monolayer to obtain percent infectivity by FFU assay. Second,thenatural extract was exposed to Huh-7 cell monolayer to obtain percent viability byMTT assay. This study was analyzed by descriptive analysis. The effective extractselected if the extract has average percent infectivity ? 20% and average percentviability > 50%.Results: The meniran’s leaf extract (Phyllanthus niruri L.), papaya (Caricapapaya L.), and kunyit (Curcuma longa L.) have average percentage of viabilitywhich are 96,2%, 97,5%, dan 88,7%. While their average percentage of infectivityare 63,9%, 10,5%, and 53,6%.Conclusion: The papaya’s leaf extract (Carica papaya L.) is effective asantidengue In Vitro.Keywords: DENV2 NGC, Dengue, meniran, daun pepaya, kunyit