Penulis Utama : Maria Erlyna
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2009
Judul : Komunikasi antar budaya dalam film Hotel Rwanda (analisis semiotik tentang komunikasi antar budaya dalam film Hotel Rwanda)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP Jur. Ilmu Komunikasi-D.0201071-2009
Subyek : BUDAYA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Film sangat relevan dengan analisi semiotika, sebab film pada dasarnya dibangun dengan tanda. Sebuah film merupakan kumpulan dari berbagai macam simbol atau tanda yang memiliki makna tertentu. Tanda-tanda yang dihadirkan dalam film dapat dianalisis dengan menggunakan pendekatan semiotik, yaitu ilmu yang mempelajari tentang tanda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika. Analisis semiotika bersifat kualitatif yang berarti memberi peluang bagi dibuatnya interpretasi. Data dalam penelitian kualitatif berupa kata-kata, gambar, dan bukan dalam bentuk angka-angka. Film Hotel Rwanda merupakan sebuah film yang ceritanya diangkat berdasarkan kisah nyata yang terjadi lebih dari sepuluh tahun yang lalu, yaitu pada tahun 1994. Pada saat itu terjadi konflik yang melibatkan dua kelompok yang bertentangan di Kigali, Rwanda, Afrika, yaitu etnis Hutu dan Tutsi, mengakibatkan hampir satu juta korban tewas. Penelitian ini mencoba melihat praktek terjadinya Komunikasi antar budaya yang ada di Film Hotel Rwanda. Film tersebut merupakan salah satu refleksi dari realitas yang merepresentasikan adanya tindakan komunikasi antar budaya. Komunikasi antar budaya merupakan komunikasi antar pribadi yang dilakukan oleh komunikator dan komunikan yang berbeda, bahkan dalam satu bangsa sekalipun Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa terjadinya Komunikasi Antar Budaya ketika pertukaran pesan yang tidak kondusif, yang dapat menimbulkan kesalahpahaman, permasalahan, juga konflik, yang dikarenakan adanya perbedaan yaitu diantara suku Hutu dan suku Tutsi dalam hal pekerjaan, ditegaskan lagi dengan adanya kartu identitas yang menyatakan etnis mereka apakah Hutu atau Tutsi. Dengan adanya pembedaan tersebut, terjadi kesenjangan dalam hal pembagian kekuasaan dan kedudukan dalam kemasyarakatan. Komunikasi antar budaya akan terjadi dengan disertai paham etnosentrisme, stereotip negative yang telah ada sebagai bagian dari sekarah perkembangan kehidupan social masyarakat Rwanda, sehingga akan menimbulkan permasalahan atau konflik yang menghambat komunikasi yang diinginkan. Namun tidak selalu juga perbedaan dalam berkomunikasi antar budaya akan menimbulkan konflik, tetapi komunikasi antar budaya pun diusahakan untuk meredakan konflik dengan adanya perasaan empati, saling percaya, dan membutuhkan satu sama lain. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya Komunikasi Antar Budaya diantara orang-orang Rwanda dengan orang-orang kulit putih atau bangsa Barat yang direpresentasikan oleh tentara PBB, wartawan asing serta turis dari mancanegara.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Microsoft Word - BAB I.pdf
Microsoft Word - BAB II.pdf
Microsoft Word - BAB IV.pdf
Microsoft Word - DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Adolfo Eko S., MS
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP