Penulis Utama : Anggraini Lalang Buana
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : G.0012016
Tahun : 2016
Judul : Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Terhadap Struktur Histologis Hepar Mencit (Mus musculus) Yang Diinduksi Parasetamol Dosis Toksik
Edisi :
Imprint : Surakarta - F.Kedokteran - 2016
Kolasi :
Sumber : UNS-F.Kedokteran Jur.Kedokteran-G.0012016-2016
Subyek : BAWANG PUTIH
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK
Latar Belakang. Konsumsi parasetamol dosis toksik dapat mengakibatkan stres oksidatif hepar. Efek stres oksidatif ini dapat dikurangi dengan pemberian antioksidan dari bawang putih (Allium sativum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang putih terhadap struktur histologis hepar mencit (Mus musculus) dan peningkatan dosis dapat meningkatkan efek perlindungan terhadap struktur histologis hepar mencit yang diinduksi parasetamol dosis toksik. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium eksperimental. Hewan uji yang digunakan adalah mencit jantan galur Swiss webster berusia 2-3 bulan, berat ±20 gram. Sampel 30 mencit diambil secara incidental sampling. Sampel dibagi secara random menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri 6 mencit. Kelompok Kontrol Normal (KKN) tidak mendapatkan perlakuan selain akuades. Kelompok Kontrol Induksi (KKI) mendapatkan perlakuan akuades dan parasetamol (5mg/hari) pada tujuh hari terakhir. Kelompok Perlakuan 1 (KP1), Kelompok Perlakuan 2 (KP2), dan Kelompok Perlakuan 3 (KP3) secara berturut-turut diberi ekstrak bawang putih (Allium sativum) dengan dosis 2 mg/hari, 5 mg/hari, dan 10mg/hari selama 30 hari, kemudian juga diberikan parasetamol (5 mg/ hari) pada tujuh hari terakhir. Pada hari ke 31 mencit dikorbankan dan hepar diambil dan dibuat preparat dengan pengecatan HE. Preparat histologi hepar dinilai berdasarkan jumlah hepatosit yang intinya mengalami piknosis, karioreksis, dan kariolisis. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan dilanjutkan uji Post hoc Multiple Comparison (a=0,05). Hasil Penelitian. Rerata hepatosit yang rusak pada kelompok KKN 8,75±3,957; KKI 49,00±6,701; KP1 41,33±5.449; KP2 20,53±3,964; dan KP3 21,58±4,750. Dari uji One-Way ANOVA didapatkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil uji Post hoc multiple comparisons menunjukkan perbedaan bermakna antara KKN-KKI, KKNKP1, KKN-KKP2, KKN-KP3, KKI-KP1, KKI-KP2, KKI-KP3, KP1-KP2, KP1-KP3, tetapi antara KP2-KP3 terdapat perbedaan yang tidak bermakna. Simpulan Penelitian. Ekstrak bawang putih dapat melindungi struktur histologis hepar mencit yang diinduksi parasetamol dosis toksik. Peningkatan dosis ekstrak bawang putih dari dosis 2mg/hari hingga dosis 5mg/hari dapat meningkatkan efek perlindungan struktur histologis hepar mencit yang diinduksi parasetamol dosis
toksik. Kata Kunci: Bawang putih (Allium sativum), paracetamol, hepar, mencit

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
IMG_20160321_092905.jpg
cover.pdf
BAB 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
bab 6.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Diding Heri P., dr., M.Si., Sp.PD., M.Kes.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran