Penulis Utama : Irawan Prastomo
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2009
Judul : Kajian pengelolaan lahan berdasarkan tingkat bahaya erosi dan pola konservasi tanah dan air di desa Ngadipiro, kecamatan Nguntoronadi, kabupaten Wonogiri
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Jur. Ilmu Tanah-H.0204046-2009
Subyek : KONSERVASI TANAH
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengelolaan lahan yang telah dilakukan di Desa Ngadipiro dalam upaya mengatasi permasalahan erosi, mengetahui dan menganalisis tingkat bahaya erosi, memperoleh alternatif teknik konservasi tanah dan air yang sesuai dengan lingkungan setempat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif fenomenologis dimana pendekatan variabelnya dengan survai di lapang. Peta satuan lahan diperoleh dengan menumpang tindihkan peta tipe penggunaan lahan, peta kedalaman tanah, dan peta kemiringan lereng. Teknik pengambilan sampel tanah dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Data dan informasi mengenai pengelolaan lahan di dapat dengan pengamatan langsung di lapang dan wawancara dengan key informant. Analisis data prediksi erosi dan tingkat bahaya erosi dilakukan dengan menggunakan rumus USLE. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat bahaya erosi di Desa Ngadipiro digolongkan menjadi 5 (lima) yaitu: sangat ringan (SPL 4), ringan (SPL 3), sedang (SPL 5), berat (SPL 2, 6, 8, dan 10), sangat berat (SPL 1, 7, 9, 11 dan 12). Besar erosi yang terjadi di daerah penelitian (190,08 ton/ha/thn/satuan lahan) sudah sangat memprihatinkan karena sudah melewati besar erosi yang diperbolehkan (16,05 ton/ha/thn/satuan lahan) sehingga sangat membahayakan bagi kelestarian produktivitas tanah yang ada di sana. Rekomendasi teknik konservasi tanah dan air yang disarankan berdasarkan potensi untuk dikembangkan di Desa Ngadipiro adalah: 1) teknik konservasi tanah dan air secara mekanik antara lain: dengan pembuatan teras bangku konstruksi baik pada SPL 1, 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan 12, pembuatan rorak disetiap SPL, serta pengolahan tanah dengan Olah Tanah Konservasi (OTK) pada SPL 2, 3, 4, 6, 7, 10, dan 12, 2) teknik konservasi tanah dan air secara vegetatif antara lain: penerapan sistem agroforestry dengan pertanaman lorong pada SPL 6, 7, 10, dan 12, dan penggunaan tanaman penutup tanah pada setiap SPL khususnya di SPL 11, 3) pemupukan sebagai upaya untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah pada setiap SPL. Kata kunci : Pengelolaan Lahan, Tingkat Bahaya Erosi, Konservasi Tanah dan Air
File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Sumarno, MS
2. Drs. Joko Winarno, MSi
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian