Penulis Utama : Sukmawan Wisnu Pradanta
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S701308006
Tahun : 2016
Judul : Kajian Nilai-Nilai Budaya Jawa dalam Tradisi Bancakan Weton di Kota Surakarta (Sebuah Kajian Simbolisme dalam Budaya Jawa)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2016
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi.Kajian Budaya-S701308006-2016
Subyek : BUDAYA
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK
Bancakan weton merupakan peringatan hari kelahiran dalam hitungan kalender Jawa yang jatuhnya setiap 35 hari sekali (selapan) yang bertujuan untuk “ngopahi sing momong” (memberi upah kepada yang mengasuh), wujud rasa syukur, melaksanakan tradisi, dan spiritualisme (kejawen). Pelaksanaan bancakan weton dilakukan dengan menggunakan ubarampe dan tata cara tertentu. Fenomena masih adanya sebagian masyarakat yang mempertahankan tradisi bancakan weton di satu sisi, dan sudah adanya masyarakat yang meninggalkan tradisi ini di sisi lain, menarik Peneliti untuk mengetahui apa saja nilai-nilai budaya dari tradisi bancakan weton ini. Dalam penelitian ini, bancakan weton dengan segala fenomena dan nilai-nilai kebudayaannya dikaji dalam ranah ilmu kajian budaya, sebagai bentuk tradisi di Kota Surakarta yang penuh
dengan simbolisme. Penelitian ini ialah penelitian etnografi yang memfokuskan pada kajian fenomenologis dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini di Kecamatan Banjarsari, Jebres, Pasar Kliwon, Laweyan, dan Serengan Kota Surakarta. Subjek penelitian ini adalah 2 informan ahli dari akademisi dan otoritas Keraton Kasunanan, 4 orang anggota masyarakat adat Jawa yang masih menjalankan tradisi bancakan weton di Kecamatan Banjarsari, Jebres dan Pasar Kliwon, serta 1 orang dari Dinas Pariwisata kota Surakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif, wawancara, studi dokumen dan studi kepustakaan.Validitas data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Analisis data mencakup lima hal, yaitu identifikasi, klasifikasi, deskripsi, interpretasi dan formulasi. Dari penelitian ini diketahui makna simbolis yang terkandung dalam ubarampe bancakan weton untuk anak di Kota Surakarta, antara lain: 1) Tumpeng (tumuju marang Pengeran), simbol gunung dan do’a kepada Tuhan. 2) Ingkung (ingsun tansah manekung), simbol menyembah kepada Tuhan. 3) Gudhangan atau kuluban yang terdiri dari : a) Bayem (adem ayem), simbol ketenteraman; b) Kacang dawa (yuswa dawa), simbol umur panjang; c) Cambah (tansah semrambah), simbol kesuburan; d) Kluwih (luwih-luwih), simbol hidup berkecukupan; e) Kangkung (jinangkungan dening Gusti Kang Murbeng Dumadi) simbol selalu mendapat perlindungan dari Tuhan. 4) Telur Rebus, simbol asal mula kehidupan. 5) Bumbu urap atau Sambel Gudhangan, terdiri dari kelapa muda diparut diberi bumbu, simbol kehidupan yang terdiri dari manis, pahit dan getir. 6) Jajan pasar, memiliki makna umum urip yen dhasar tatanane Gusti tentu ora bakal nyasar (hidup kalau mengikuti aturan Tuhan tidak akan salah jalan), terdiri dari: a) Wajik (wani tumindak becik), simbol keberanian berbuat kebaikan; b) Gedhang ijo (gaweo seneng anak lan baja), simbol perintah menyenangkan anak istri; c) Sukun simbol kerukunan; d) Nanas (wong urip aja nggragas), simbol larangan tidak boleh rakus; e) Dhondhong (aja kegedhen omong), simbol larangan besar omong); f) Jambu
(aja ngudal barang sing wis mambu), simbol larangan melakukan sesuatu yang buruk; 9) Jeruk (njaba jero kudu mathuk), simbol lahir batin harus sejalan). 7) Kembang Telon/Kembang Setaman, terdiri dari: a) Bunga mawar (awar-awar), simbol agar tawar xiv dari nafsu negatif; b) Bunga melati (melat-melat ning ati), simbol selalu eling lan waspada; c) Kanthil (tansah kumanthil), simbol hati yang selalu terikat dengan leluhur. 8) Bubur 7 Rupa, terdiri dari : a) Bubur merah (simbol ibu); b) Bubur putih (simbol ayah); c) Bubur merah silang putih (simbol hubungan timbal balik ayah dan ibu); d) Bubur putih silang merah (simbol hubungan timbale balik ayah dan ibu); e) Bubur putih tumpang merah (simbol hubungan timbale balik ayah dan ibu); f) Bubur merah tumpang putih (simbol hubungan timbale balik ayah dan ibu); g) Baro-baro (bubur putih ditaruh
sisiran (irisan) gula merah dan parutan kelapa secukupnya) (simbol kelahiran anak sebagai akibat hubungan timbale balik ayah dan ibu). Hal ini menjadi pepeling (peringatan) agar kita jangan sampai mengkhianati orang tua. 9) Uang logam (koin) yang diletakkan di bawah tumpeng, dengan makna bahwa konsep uang dalam masyarakat Jawa adalah berada di bawah, jangan sampai mengagung-agungkan uang dan harta bukanlah segalanya. Hubungan makna moral dan makna spiritual bancakan weton dan Kejawen hanya pada keyakinan atas konsep harmoni, sedulur papat lima pancer dan pengendalian nafsu manusia / olah rasa, bukan pada suatu bentuk ritual suatu ajaran agama. Dan pada perkembangannya, bancakan weton di Kota Surakarta hanya
dilakukan oleh orang tua untuk me-bancak-i anaknya kurang lebih sampai umur 8 bulan. Bancakan weton sebagai salah satu tradisi ritual kejawen masyarakat Jawa sudah mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat Kota Surakarta. Kalaupun tradisi ini dijalankan tetapi sudah semakin jauh dari pakem, kontrol lingkungan mengenai benar salah pelaksanaan tradisi sudah longgar, pelaksanaan hanya dicuplik sesuai dengan yang diinginkan saja, yang ada tinggal konsep yang bisa menyebabkan pemahaman makna dari simbol-simbol tradisi bancakan weton ini hilang. Hal ini disebabkan oleh: a) Kurangnya kesadaran memelihara tradisi; b) Kurangnya apresiasi terhadap budaya lokal; c) Anggapan bahwa bancakan weton merupakan perbuatan syirik; d) Mantra dalam bancakan weton dianggap sebagai doa kepada selain Tuhan, sehingga banyak yang tidak mau melaksanakannya lagi.
Kata Kunci: Nilai-nilai Budaya Jawa, Bancakan Weton, Simbolisme

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
20160415_082902.jpg
HAL JUDUL..pdf
BAB I..pdf
BAB II PART 1.pdf
BAB II PART 2.pdf
BAB II PART 3.pdf
BAB II PART 4.pdf
BAB III.pdf
BAB IV Part 1.pdf
BAB IV Part 2.pdf
BAB IV Part 3.pdf
BAB IV Part 4.pdf
BAB IV Part 5.pdf
BAB V.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Bani Sudardi, M.Hum,
2. Dr. Slamet Subiyantoro M.Si ,
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana