Penulis Utama : Endang Kurnia Maharani
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S241308004
Tahun : 2016
Judul : Kolaborasi Antar Pelaksana pada Penataan dan Pembinaan Toko Modern di Kota Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2016
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi. Administrasi Publik-S241308004-2016
Subyek : TOKO MODERN
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses kolaborasi antar pelaksana yang terjadi pada penataan dan pembinaan toko modern di Kota Surakarta; mengetahui peran masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah yang terkait pada penataan dan pembinaan toko modern di Kota Surakarta selaku pelaksana; mengetahui faktor-faktor apa saja yang menghambat proses kolaborasi antar pelaksana pada penataan dan pembinaan toko modern di Kota Surakarta.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, yakni menggambarkan bagaimana proses kolaborasi antar pelaksana pada penataan dan pembinaan toko modern di Kota Surakarta, dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi,wawancara terhadap sumber data utama dan dokumentasi sumber data.Validitas data dengan triangulasi.Analisis data dilakukan sejak awal proses penelitian menggunakan langkah-langkah data reduksi, data display dan verification.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kolaborasi sebagai suatu proses dilakukan dengan memenuhi syarat- syarat kolaborasi yang meliputi pemahaman yang sama terhadap permasalahan yang dihadapi, saling percaya dan itikad baik, pemahaman terhadap batasan kewenangan, cara menciptakan peraturan dan mekanisme mengatasi konflik, hanya saja koordinasi internal dan eksternal kurang maksimal. Peran Satuan Kerja Perangkat Daerah selaku pelaksana pada penataan dan pembinaan toko modern di Kota Surakarta sudah sesuai dengan mekanisme penataan dan pembinaan toko modern di Kota Surakarta yang diatur dalam dasar penataan dan pembinaan toko modern di Kota Surakarta, yaitu Perda Nomor 5 Tahun 2011 dan Perwali Nomor 17-A Tahun 2012. Faktor yang menghambat proses kolaborasi terjadi pada faktor budaya yaitu ketergantungan terhadap prosedur dan faktor keterbatasan sumber daya manusia sehingga berakibat waktu pengurusan perizinan sebagai bentuk penataan dan pembinaan toko modern menjadi terlalu lama,
Guna meningkatkan kolaborasi antar pelaksana diusulkan untuk meningkatkan komunikasi internal dinas melalui rapat-rapat koordinasi secara periodik maupun pemanfaatan kegiatan rutin dinas sebagai forum berbagi informasi kegiatan masing-masing bidang. Selain itu perlu melakukan kajian terhadap regulasi penataan dan pembinaan toko modern untuk mengakomodir hal-hal yang sebelumnya belum tercakup dalam regulasi, antara lain pengaturan jarak antar toko modern serta penegasan peran instansi yang bertanggungjawab terhadap pembinaan toko modern.
Keywords : Kolaborasi, Stakeholders, Toko Modern

ABSTRACT
The objectives of research were to find out the process of collaboration between executives in modern store organization and building in Surakarta City, to find out the role of each Local Apparatus Work Unit related to modern store organization and building in Surakarta City as the executive; to find out the factors inhibiting the process of collaboration between executives in modern store organization and building in Surakarta City.
This study was a qualitative research that was descriptive in nature, representing how the process of collaboration between executives in modern store organization and building in Surakarta City, with observation, interview with main data source and data source documentation as the technique of collecting data. Data validation was carried out using triangulation. Data analysis was conducted since the beginning of research process encompassing data reduction, data display and verification.
The result of research showed that Collaboration as a process was conducted by complying with the conditions of collaboration including shared understanding on the problem encountered, mutual trust and good will, understanding on authority border, the way of developing regulation and mechanism of coping with conflict, but the internal and external coordination was less maximal. The role of Local Apparatus Work Unit as the executive in modern store organization and building in Surakarta City had been consistent with the mechanism of organizing and building the modern stores in Surakarta City governed in the foundation of modern store organization and building in Surakarta City, Local Regulation Number 5 of 2011 and Perwali (Mayor Regulation) Number 17-A of 2012. The factor inhibiting the collaboration factor was cultural one including dependency on procedure and limited human resource leading to too long time taken for administering the license as the form of modern store organization and building.
To improve the collaboration between executives, the internal communication within the Service was recommended to be improved through periodical coordination meetings and the utilization of Service’s routine activities as the forum to share information on the activities of each division. In addition, a study should be conducted on the regulation of modern store organization and building to accommodate any thing not included in the regulation, such as modern store spacing, and confirmation of the role of institutions responsible for modern store building.
Keywords : Collaboration, Stakeholders, Modern Store

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Endang.pdf
Bab 0.pdf
Bab 1.pdf
Bab 2.pdf
Bab 3.pdf
Bab 4.pdf
Bab 5.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Didik G. Suharto,S.Sos.,MSi.
2. Dr. Rina Herlina Haryanti,S.Sos.,M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana