Penulis Utama : Ilbanna Bethaning Tias
NIM / NIP : G0111044
×

ABSTRAK
Kesepian menjadi salah satu masalah psikologis yang kerap muncul pada remaja akhir. Salah satu penyebab timbulnya kesepian pada remaja akhir adalah tidak terpenuhinya kebutuhan sosial dan emosi. Perasaan tidak menyenangkan yang dialami oleh remaja akhir sebagai suatu keadaan reaksi emosi dan kognisi dari kurangnya hubungan timbal balik yang mendalam dengan orang lain, baik secara sosial, yaitu memiliki lebih sedikit interaksi sosial dari yang diharapkan; maupun emosional, yaitu kurangnya keintiman hubungan dengan orang lain, hal ini disebut kesepian. Beberapa faktor yang dapat menghindarkan remaja akhir dari kesepian adalah kohesivitas keluarga dan harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui hubungan antara kohesivitas keluarga dan harga diri dengan kesepian pada remaja akhir di pulau jawa.
Sampel penelitian ini diperoleh dengan menggunakan incidental sampling yang meliputi remaja akhir di Pulau Jawa, yaitu laki-laki (n=40) dan perempuan (n=220) berusia 18-21 yang tinggal bersama keluarga kandung dan sedang menempuh pendidikan tinggi. Pengumpulan data menggunakan instrument berupa skala kesepian, skala kohesivitas keluarga, dan skala harga diri yang diakses secara online melalui aplikasi Google Form.
Analisis data penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara kohesivitas keluarga dan harga diri dengan kesepian, Fhitung > Ftabel (111,919> 3,031), (p-value < 0,05), R = 0,682, dan R square=0,466 atau 46,6%. Hal ini menunjukkan bahwa kohesivitas keluarga dan harga diri berpengaruh kuat terhadap kesepian jika keduanya hadir secara bersamaan. Secara parsial, terdapat hubungan yang negatif, signifikan,dan sedang antara kohesivitas keluarga dengan kesepian, (rxy = -0,549,p< 0,05) serta terdapat hubungan yang negatif, signifikan, dan sedang antara harga diri dengan kesepian, ( rxy = -0,490,p < 0,05). Sumbangan efektif kohesivitas keluarga terhadap kesepian sebesar 14.3%, adapun sumbangan efektif harga diri terhadap kesepian sebesar 32,3%. Hal ini menunjukkan bahwa harga diri memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap kesepian dibandingkan kohesivitas keluarga.
Kata kunci: kesepian, kohesivitas keluarga, harga diri, remaja akhir
ABSTRACT
Loneliness is one of the psychological problems that often arise in late adolescence. One of the causes of loneliness in the late adolescence is the lack of social and emotional needs.Unpleasant feeling, which experienced by the late adolescence as a state of emotional and cognitive reactions of the lack of a deep relationship with other people, either socially and emotionally, whichare having less social interaction and having less intimacy, is called loneliness.Some factors that could prevent late adolescencefrom lonelinessare family cohesion and self-esteem. This study aims to distinguish the relationship between family cohesion and self-esteem with loneliness in the late adolescencein Java Island.
Samples of this research were obtained by using incidental sampling technique, including the late adolescences in Java Island, that are men (n=40) and women (n=220) who are university students that had 18-21 years old who are living with their families. Data were collected by using instruments such as loneliness scale, family cohesion scale, and self-esteem scalewhich can be access by online through the Google Form.
The researcher used multiple linear regressions for data analysis. This study found out that there was a significant and strong correlation between family cohesion and self-esteem with loneliness, with Ftest> Ftable (111,919> 3,031), (p-value < 0,05), R = 0,682, and R square was 0,466 or 46,6%. This suggests that family cohesiveand self-esteem strong influence on loneliness if both are present simultaneously.Partially, there was a negative, significant, and moderate correlation between family cohesion and loneliness, (rxy = -0,549, p < 0,05), and there was a negative, significant, and moderate correlation between self-esteem and loneliness, (rxy = -0,490, p < 0,05).The effective contribution of family cohesion toward loneliness was 32,3% while effective contribution of self-esteem toward loneliness was 67,9%. Thus, it indicated that self-esteem has stronger effect on lonelinessrather than marital expectation.
Keywords:loneliness, family cohesion, self-esteem, late adolescence

×
Penulis Utama : Ilbanna Bethaning Tias
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : G0111044
Tahun : 2016
Judul : Kesepian Ditinjau dari Kohesivitas Keluarga dan Harga Diri pada Remaja Akhir di Pulau Jawa
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2016
Program Studi : S-1 Psikologi
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran Jur. Psikologi-G0111044-2016
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Machmuroch, M.Si., Psikolog
2. Rin Widya Agustin, S.Psi., M.Psi., Psikolog
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.