Penulis Utama : Ratna Pratiwi
NIM / NIP : S231408034
×

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal antara auditor dan auditee dalam pelaksanaan pemeriksaan keuangan daerah dengan menggunakan Teori Pengurangan Ketidakpastian dari Charles Berger. Bagaimana karakteristik komunikasi, bentuk ketidakpastian komunikasi dan strategi pengurangan ketidakpastian yang dilakukan oleh auditor dan auditee dalam suatu pemeriksaan. Secara khusus, penelitian ini juga melihat bagaimana peranan fasilitator pemeriksaan dalam pengelolaan ketidakpastian tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kekosongan ilmu pengetahuan akademis tentang komunikasi pemeriksaan sehingga diharapkan pemeriksaan tidak lagi menjadi momok bagi pihak yang diperiksa dan kerjasama mencapai tujuan pemeriksaan keuangan daerah dapat terlaksana.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian adalah auditor BPK RI Perwakilan Propinsi Jawa Tengah, auditee bendahara pengeluaran dan penerimaan serta fasilitator pemeriksaan pada Pemerintah Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, dan penelusuran dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan terjadi pola komunikasi interpersonal secara langsung antara auditor dengan auditee dan secara tidak langsung antara auditor dengan auditee melalui fasilitator pemeriksaan. Karakteristik komunikasi interpersonal yang terjadi menunjukkan auditor sebagai pihak yang superior dan auditee sebagai pihak yang inferior. Adapun ketidakpastian komunikasi yang dialami oleh auditor BPK RI terkait aspek karakter dan budaya organisasi entitas, khususnya mengenai kecepatan penyampaian data dan respon atas pemanggilan para auditee. Sedangkan ketidakpastian komunikasi yang dialami oleh auditee Bendahara Pemerintah Kota Surakarta terkait aspek karakter pribadi dari auditor dan ruang lingkup pemeriksaan. Strategi pengelolaan ketidakpastian auditor adalah mencari informasi dan membatasi informasi bagi auditee. Di lain pihak strategi pihak auditee adalah mencari informasi dan merencanakan interaksi dengan auditor. Pada Pemerintah Kota Surakarta, peranan fasilitator pemeriksaan sangat membantu dalam pengurangan ketidakpastian komunikasi auditor maupun auditee.
Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Pengelolaan ketidakpastian, Komunikasi Pemeriksaan
ABSTRACT
The aim of this study is to describe the pattern of interpersonal communication between the auditor and the auditee in the implementation of the financial audit using Uncertainty Reduction Theory of Charles Berger. How do the characteristics of communication, forms of communication uncertainty and uncertainty reduction strategies undertaken by the auditor and auditee in an examination. Specifically, the study also looked at how the role of facilitator in the management of these uncertainties. This study is conducted to answer vacancy academic knowledge about communication audit so that audit are no longer expected to undermine the auditee and the cooperation of financial audit goals can be accomplished.
This study used descriptive qualitative approach with case as study method. Subjects in this study is the auditor of BPK RI Representative of Central Java Province, the auditees consist of treasurer expenditures and receipts as well as the audit facilitator on Surakarta City Government. Data was collected by in-depth interviews and checking documents.
The results showed there is a pattern of interpersonal communication directly between the auditee and the auditor, and also indirectly between the auditor to the auditee through facilitators audit. Characteristics of interpersonal communication that occurs indicates auditor as the superior party and auditee as the inferior party. The communication uncertainty experienced by the auditor of BPK RI is the character and culture of the organization entities, in particular regarding the submission of data and the speed of response the auditees. While the communication uncertainty experienced by the auditee Treasurer Surakarta City Government is the personal character of the auditor and the theme/material as the scope of the audit. Auditor strategy in uncertainty management is looking for information and limiting information to the auditee. On the other hand, the auditee strategy is looking for information, in a more limited scope, and planned interaction with auditors. In the Surakarta City Government, the role of audit facilitator is very helpful in the reduction of uncertainty between the auditor to the auditee.
Keywords: Interpersonal Communication, Management of uncertainty, Audit Communication

×
Penulis Utama : Ratna Pratiwi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S231408034
Tahun : 2016
Judul : Komunikasi Interpersonal dalam Pengelolaan Ketidakpastian Auditor – Auditee pada Pemeriksaan Keuangan Daerah (Studi Kasus pada BPK RI Perwakilan Propinsi Jawa Tengah danPemerintah Kota Surakarta)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2016
Program Studi : S-2 Ilmu Komunikasi (Manajemen Komunikasi)
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi. Ilmu Komunikasi-S231408034-2016
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Sri Hastjarjo, S.Sos., Ph.D
2. Dr. Andre Novie Rahmanto, M.Si
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Sekolah Pascasarjana
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.