Penulis Utama : Widya Fortuna
NIM / NIP : K4410063
×

ABSTRAK
Tujuan dalam Penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan: (1) latar belakang berdirinya Paguyuban Karawitan Mangkunegaran, (2) perkembangan dan eksistensi Paguyuban Karawitan Mangkunegaran, (3) Relevansi Karawitan Mangkunegaran dengan materi ajar Karawitan di SMKN 8 (SMKI) Surakarta.
Bentuk penelitian ini deskriptif kualitatif, yaitu suatu cara dalam meneliti suatu peristiwa pada masa sekarang dengan menghasilkan data-data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang tertentu atau perilaku yang dapat diamati dengan menggunakan langkah-langkah tertentu. Dalam penelitian ini digunakan strategi studi kasus terpancang tunggal. Sumber data yang digunakan meliputi sumber benda, tempat, peristiwa, informan, dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive dan snowball sampling. Validitas data yang digunakan menggunakan teknik trianggulasi yakni trianggulasi data dan trianggulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif, yaitu proses analisis yang bergerak di antara tiga komponen yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan; (1) Latar belakang berdirinya Paguyuban Karawitan Mangkunegaran berawal dari perjuangan Raden Mas Said yang menginginkan sebuah sajian klenengan sebagai hiburan seusai perang melawan kompeni. (2)Perkembangan Paguyuban Karawitan Mangkunegaran dimulai dari diadakannya sajian klenengan oleh Mangkunegara I. Pada masa Mangkunegara II-III Karawitan kurang mengalami perkembangan sedangkan pada masa Mangkunegara IV Karawitan mengalami puncak kejayaan dengan adanya inovasi baru pada gendhingnya dengan mengutamakan gerong pada lagu yang dibawakan. Pasca Mangkunegara IV Karawitan Mangkunegara tidak mengalami kemajuan karena sajian gendhingnya tetap menggunakan gending dari Mangkunegara terdahulu.  Eksistensi Karawitan Mangkunegara saat ini masih bisa dilihat pada acara-acara festival kebudayaan di Surakarta.(3) Relevansi Karawitan Mangkunegaran dengan materi ajar di SMKN 8 (SMKI) di Surakarta adalah adanya gendhing dari karya Mangkunegara yang digunakan sebagai materi pelajaran dalam memainkan karawitan bersama sebagai pelajaran wajib di sekolah.
Kata kunci: Paguyuban Karawitan, Relevansi, SMKN 8 (SMKI)
ABSTRACT
The goals inthis researchisto describe:(1) The background ofthe establishment ofKarawitanMangkunegaran society, (2) The developmentand existence ofKarawitanMangkunegaran society, (3)  KarawitanMangkunegaranrelevance withvocational karawitan teaching materialsin SMK 8(SMKI) Surakarta.
The form of this research was descriptive qualitative, which is a way to examine an event at the present time by generating descriptive data of written or spoken source of certain persons or behaviors that can be observed by using certain measures. This study used a single-rooted case studystrategy. Source of data used was objects, places, events, informants, and documents. Data collection techniques used was observation, interviews, and document analysis. The sampling technique used was purposive and snowball sampling. The validity of the data used two triangulation techniques namely data triangulation and methods triangulation. The data analysis technique used was interactive analysis, which is a process of analysis that move between three components including data reduction, data presentation, and verification / conclusion.
Based on the results of the study are concluded; ( 1 ) The background of the establishment of the Society of Karawitan Mangkunegaran began from the struggle of Raden Mas Said who want a dish klenengan performing  as entertainment after the war against the Company. ( 2 ) The development of Karawitan Mangkunegaran begin his presentation by klenengan Mangkunegara I. The period of Mangkunegara II-III less experienced growth but while at Mangkunegara IV experienced a peak to create a new song that focuses on gerongan and known Karawitan Mangkunegaran style IV. The period after Mangkunegara IV did not have progess and keep using the style of karawitan earlier. The existence of musical Mangkunegaran can still be seen in the events of cultural festival in Surakarta. ( 3 ) Karawitan Mangkunegaran relevance with teaching materials in SMKN8 (SMKI) in Surakarta is the piece of work Mangkunegaran used as subject matter in the musical play together as a compulsory subject in school.
Keywords:Karawitan Community, Relevance, SMK 8 (SMKI)

×
Penulis Utama : Widya Fortuna
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K4410063
Tahun : 2016
Judul : Eksistensi Paguyuban Karawitan Mangkunegaran dan Relevansinya Terhadap Materi Seni Karawitan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 (SMKI) Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2016
Program Studi : S-1 Pendidikan Sejarah
Kolasi :
Sumber : UNS-FKIP Jur. Pendidikan Sejarah-K4410063-2016
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Djono, M.Pd
2. Isawati, S.Pd, M.A
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.