Penulis Utama : Hasan Fahrur Rozi
NIM / NIP : G0112048
×

ABSTRAK
Relapse atau penggunaan kembali narkoba setelah masa berhenti dengan
frekuensi berulang adalah hal yang paling dikhawatirkan terjadi pada pecandu
narkoba yang menjalani rehabilitasi. Kecenderungan pecandu narkoba untuk
mengalami relapse memiliki hubungan negatif dengan efikasi diri. Fakta
menunjukkan bahwa banyak pecandu narkoba memiliki efikasi diri yang rendah
yang akan meningkatkan kecenderungan relapse. Melihat adanya permasalahan ini
perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan efikasi diri melalui sebuah pelatihan.
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pelatihan efikasi diri
terhadap kecenderungan relapse pada pecandu narkoba di Balai Besar Rehabilitasi
Badan Narkotika Nasional Bogor.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretestposttest
independent group. Subjek dalam penelitian ini adalah pecandu narkoba
yang menjalani rehabilitasi di Balai Besar Rehabilitasi BNN Bogor berjumlah 7
orang untuk kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan berupa pelatihan
efikasi diri dan 7 orang untuk kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan.
Pelatihan efikasi diri dilakukan dalam 11 sesi yang dibagi menjadi 3 pertemuan
dengan metode lecturrette, diskusi, studi kasus, mengerjakan tugas, simulasi, dan
evaluasi. Pengumpulan data menggunakan skala kecenderungan relapse yang
memiliki koefisien reliabilitas alpha cronbach sebesar 0,888.
Berdasarkan uji 2 Sample Independen Mann-Whitney didapatkan hasil
berupa nilai z sebesar -1,929 dan nilai uji signifikansi (p) sebesar 0.054 (p>0.05)
yang menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh pelatihan efikasi diri terhadap
kecenderungan relapse pada pecandu narkoba di Balai Besar Rehabilitasi BNN
Bogor. Selanjutnya uji Wilcoxon pada kelompok eksperimen menghasilkan nilai z
sebesar -2,371 dan nilai uji signifikansi (p) sebesar 0,018 (p<0.05) yang
menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kelompok eksperimen. Sedangkan
pada kelompok kontrol tidak terdapat signifikansi perbedaan skor dengan nilai z
sebesar -1,577 dan hasil nilai uji signifikansi (p) sebesar 0,115 (p>0.05) pada uji
Wilcoxon. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan efikasi diri tidak mempengaruhi
kecenderungan relapse pada pecandu narkoba di Balai Besar Rehabilitasi BNN
secara signifikan.
Kata kunci: pelatihan efikasi diri, kecenderungan relapse, pecandu narkoba
ABSTRACT
Relapse or reuse of the drug after the quit period with repetitive frequency
is the most feared phase in drug addicts undergoing rehabilitation. Tendency-torelapse
of drug addicts has negative correlation with self-efficacy. The reality show
that many drug addicts have low rate of self-efficacy. Seeing the fact that low selfefficacy
is occured in drug addicts, there should be efforts to increase self-efficacy
through a training. Therefore, this research was conducted to determining the effect
of self-efficacy training to a tendency-to-relapse in drug addicts in Balai Besar
Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Bogor.
This research used experimental method with pretest-posttest independent
group design. Subjects in this study are drug addicts undergoing rehabilitation at
Balai Besar Rehabilitasi BNN Bogor amounted to 7 people for the experimental
group who received treatment in the form of self-efficacy training and 7 people to
a control group that did not receive any treatment. Self-efficacy training conducted
in 11 sessions divided into 3 meeting with lecturrette method, discussion, case
studies, tasks, simulation, and evaluation. Data collecting use a tendency-to-relapse
scale that has correlation index ranged from 0.417 to 0.707 and the reliability
coefficient of 0.888.
Based on the test for two Independent Samples Mann-Whitney, z score is
obtained as -1,929 and significance test (p) of 0.054 (p> 0.05), which indicates that
there is no influence of self efficacy training against the tendency-to-relapse in drug
addicts at the Balai Besar Rehabilitasi BNN Bogor. Furthermore, the Wilcoxon test
of the experimental group generating value for -2,371 and value z test of
significance (p) of 0.018 (p <0.05), which show a significant difference in the
experimental group. While the control group has no significant difference scores
with the z score of -1,577 and the results of the tests of significance (p) of 0.115 (p>
0.05) on the Wilcoxon test. There is no significant effect of self efficacy training to
tendency-to-relapse on drug addicts in Balai Besar Rehabilitasi BNN Bogor.
Keyword: self-efficacy training, tendency-to-relapse, drug addicts

×
Penulis Utama : Hasan Fahrur Rozi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : G0112048
Tahun : 2016
Judul : Pengaruh Pelatihan Efikasi Diri terhadap Kecenderungan Relapse pada Pecandu Narkoba di Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Bogor
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2016
Program Studi : S-1 Psikologi
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran Jur. Kedokteran-G0112048-2016
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Aditya Nanda Priyatama, S.Psi. M.Si.
2. Arif Tri Setyanto, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.