Penulis Utama : Sigit Anggara W.P
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2009
Judul : Pengaruh penggunaan tepung azolla microphylla dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik kelinci keturunan flemish giant jantan
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2009
Kolasi : xii, 27 hal.
Sumber : UNS-F. Pertanian Jur. Peternakan-H.0504075-2009
Subyek : PENGGUNAAN TEPUNG
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Permintaaan bahan pangan sumber protein hewani semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya gizi. Kelinci merupakan salah satu ternak penghasil daging. Salah satu usaha untuk meningkatkan produktifitas dari ternak kelinci adalah dengan manajemen pemeliharaan yang baik. Manajemen pakan adalah salah satunya. Pakan kelinci terdiri dari pakan hijauan dan konsentrat. Konsentrat memiliki kandungan nutrien yang baik, namun sering kali peternak terkendala dengan mahalnya harga konsentrat. Pakan alternatif dapat digunakan untuk mengurangi biaya tersebut. Azolla microphylla mempunyai kandungan nutrien yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Untuk mengetahui apakah tepung Azolla microphyla dapat dimanfaatkan sebagai penyusun ransum, diantaranya adalah dengan mengukur tingkat kecernaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung Azolla microphylla (TAm) dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik kelinci keturunan Flemish Giant jantan. Penelitian dilaksanakan di desa Tegal Asri, Kadipiro, Surakarta, mulai 30 Juli sampai 24 September 2008. Penelitian ini menggunakan 20 ekor kelinci keturunan Flemish Giant jantan umur 2 bulan yang dibagi kedalam 4 perlakuan dan 5 ulangan serta setiap ulangan menggunakan 1 ekor kelinci. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan data yang tidak berimbang. Ransum yang diberikan terdiri dari hijauan (rumput lapang) dan konsentrat (jagung, dedak padi halus,bungkil kedelai, tepung ikan, premik, dan tepung Azolla microphylla). Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut : P0 (Ransum kontrol dengan 0 % TAm), P1 (Ransum kontrol dengan 5% TAm), P2 (Ransum konrol dengan 10% TAm), dan P3 (Ransum kontrol dengan 15% TAm). Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Hasil penelitian yang diperoleh berturut-turut P0, P1, P2, dan P3 untuk konsumsi bahan kering adalah 86,58; 79,38; 77,27; 73,95 (gram/ekor/hari), konsumsi bahan organik adalah 77,21; 69,22; 66,24; 63,43 (gram/ekor/hari), kecernaan bahan kering yaitu 53,57; 51,52; 51,19; 49,22 (%) dan kecernaan bahan organik 55,4; 53,61; 53,08; 51,77 (%). Hasil analisis variansi menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata dari semua peubah penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung Azolla microphylla dalam ransum sampai taraf 15 % tidak mempengaruhi konsumsi dan kecernaan, baik bahan kering maupun bahan organik kelinci keturunan Flemish Giant jantan.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
FILE BAB 1.pdf
FILE BAB II.pdf
FILE BAB III.pdf
FILE BAB IV.pdf
FILE BAB V.pdf
FILE DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Wara Pratitis S.S., S.Pt, MP
2. Ir Sudiyono, MS
Catatan Umum : 1149/2009
Fakultas : Fak. Pertanian