ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan menganalisis istilah tabu dalam film The Wolfof Wall Street dan dua versi terjemahannya. Tujuan penelitian ini adalah untukmendeskripsikan: (1) bentuk satuan gramatikal dan jenis istilah tabu yang ditemukandalam film The Wolf of Wall Street , (2) teknik penerjemahan yang digunakan untukmenerjemahkan istilah tabu dalam film The Wolf of Wall Street dan dua versiterjemahannya, (3) kualitas terjemahan istilah tabu dalam film The Wolf of WallStreet versi subtitle VCD dan subtitle amatir dari situs subscene.com, (4) dampakteknik penerjemahan istilah tabu yang digunakan terhadap kualitas terjemahan dalamfilm The Wolf of Wall Street versi subtitle VCD dan subtitle amatir.Penelitian ini berjenis deskriptif-kualitatif. Selain itu, penelitian ini merupakanstudi kasus terpancang. Dalam penelitian ini, sumber data adalah dokumen daninforman yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling technique. Dokumenyang digunakan berupa film The Wolf of Wall Street dan dua versi terjemahannya.Informan terdiri dari validator and tiga rater. Data berupa istilah tabu dalam tuturanyang telah divalidasi oleh validator dan informasi mengenai kualitas terjemahan yangdiberikan oleh para rater. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi,menganalisis dokumen (content analysis), kuesioner dan focus group discussion.Data dianalisis dengan menggunakan metode etnografi Spradley (1980).Ditemukan bahwa terdapat dua bentuk istilah tabu, yaitu kata dan frasa. Jenisistilah tabu yang banyak ditemukan adalah sexual references dan offensive slang.Pada subtitle VCD, teknik penerjemahan yang digunakan adalah padanan lazim,reduksi, amplifikasi, peminjaman, generalisasi. Pengaplikasian teknik padananmenghasilkan terjemahan istilah tabu yang akurat dan berterima. Teknik reduksimenghasilkan terjemahan dengan tingkat keakuratan rendah tetapi berterima.Sedangkan, pada subtitle amatir, terdapat 6 teknik penerjemahan, yakni: padananlazim, reduksi, amplifikasi, peminjaman, generalisasi dan kompensasi. Teknikpadanan lazim menghasilkan terjemahan dengan tingkat keakuratan dankeberterimaan tinggi. Teknik-teknik lain menghasilkan terjemahan dengan tingkatkeakuratan rendah tetapi menghasilkan terjemahan yang berterima. Temuan tersebutmenunjukkan bahwa penggunaan teknik penerjemahan berdampak pada kualitasterjemahan istilah tabu.Kata kunci: istilah tabu, teknik penerjemahan, keakuratan, keberterimaan