Penulis Utama : Bandung Ajiriyanu Setiyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2007
Judul : Materi promosi psycho art wooden batik & furniture melalui desain komunikasi visual
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2007
Kolasi :
Sumber : UNS-FSSR Prog. Desain Komunikasi Visual-C.9503006-2007
Subyek : PSYCHO ART
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Saya sedang mengamati tukang cukur di bawah pohon beringin di alun-alun. Peralatannya untuk bekerja sangat kompak: cermin, kursi pelanggan dan sekotak peralatan cukur yang kesemuanya dengan mudah bisa dikemas menjadi sebuah wadah yang siap dijinjing berpindah ke tempat lain. Juga ketika harus berteduh dari curahan hujan.Peralatan kerja ini sangat ringkas, cocok untuk pekerjaan yang memerlukan mobilitas. segenap peralatan tukang cukur itu masuk ke dalam sebuah kotak. artinya, disain dari kotak tadi pasti sudah mengalami evolusi sehingga mendapatkan bentuk akhirnya yang paling stabil. Demikian juga dengan angkring penjual wedangan dari bayat, klaten, yang pada masa sekarang juga menyerbu yogya. dulunya, mereka menguasai surakarta, sekarang masuk juga ke yogya dengan angkring mereka yang juga kompak. ada tempat untuk api dengan tiga tungku, ada tempat untuk menyimpan bahan-bahan yang peka terhadap lembab seperti kopi, ada tempat untuk menyimpan es batu, ada cukup ruang untuk meletakkan gugusan nasi kucing (yang kadang didekatkan ke api agar senantiasa hangat), ada tempat meletakkan piring dan gelas yang masih kering, dan ada pula tempat aman untuk meletakkan uang perolehan semalam.untuk penerangan dan pengadaan air bersih, mereka bernegosiasi dengan pemilik rumah terdekat. untuk pembuangan? mereka mengandalkan selokan yang selalu dibangun pemerintah di kiri-kanan jalan. ya, mereka berjualan di kaki lima, di tepi-tepi jalan dan hanya mulai buka setelah senja hingga lewat tengah malam.di tempat itu -kaki lima dan malam hari- fungsi kaki lima sebagai jalur pedestrian sudah menyusut, dan sekarang tempat itu mereka gunakan. ini jenis usaha yang punya mobilitas. bisa bergerak, baik untuk pindah lokasi mau pun untuk sekadar memberesi di tengah malam bila dagangan sudah laku semua. disain dari ruang yang punya fleksibilitas ini menarik untuk diamati.saya sedang belajar mengamati bagaimana disain yang fleksibel ini attached ke infrastruktur kota.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
babI.pdf
babII.pdf
babIII.pdf
babV.pdf
daftar pustaka.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. M. Suharto
2. Evelyne H. Lukitasari S.sn
Catatan Umum : 6962/2007
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa