Latar Belakang: Pneumonia adalah penyakit inflamasi akut yang disebabkanoleh mikroba patogen. Reaksi inflamasi bertujuan untuk mengeliminasi mikrobapatogen, tetapi bila reaksi imun yang menetap dan berlebihan akan menyebabkankerusakan struktur dan fungsi paru. Terapi utama pneumonia adalah pemberianantimikroba untuk mengeliminasi mikroba patogen. Efek pleitropik pravastatinantara lain antiinflamasi diharapkan dapat mengurangi inflamasi yang berlebihandan berkelanjutan, sehingga dapat mencapai perbaikan klinis yang lebih singkatpada penderita pneumonia.Metode dan analisis: Penelitian ini mengggunakan uji klinis quasy experimentaldengan rancangan pre test dan post test. Subyek penelitian adalah penderitapneumonia yang menjalani perawatan di RSUD. Dr.Moewardi Surakarta bulanFebruari-April 2016, sebanyak 30 orang yang diambil secara consecutivesampling. Subyek dibagi atas dua kelompok dan masing-masing kelompok terdiridari 15 subyek.Hasil: Median kadar Pro-CT menurun pada kelompok pravastatin dari 1.66 (0.0520)(pre test) menjadi 0.05 (0.02-16.02) (post test) dan dinyatakan signifikansecara statistik (p=0.015). Median kadar Pro-CT pada kelompok kontrol menurundari 0.26 (0.05-80) (pre test) menjadi 0.14 (0.02-60.94) (post test), tetapi tidaksignifikan secara statistik (p=0.162). Tidak didapatkan perbedaan median lamapencapaian perbaikan klinis (hari) pada kelompok pravastatin 4.00 (3.00-6.00)dan kelompok kontrol 4.00 (3.00-6.00).Simpulan: Pemberian pravastatin berpengaruh menurunkan kadar prokalsitonin,tetapi tidak berpengaruh menurunkan kadar IL-6 dan lama pencapaian perbaikanklinis.Background: Pneumonia is an inflammatory disease caused by pathogenmicrobes. Inflamation reaction aimed to eliminate pathogen microbes, but if theinflammation is ubiquitous and persistent, it can destroy structure and makedysfunction of pulmonary. The main therapy of pneumonia is antibiotic toeliminate microbes. Pravastatin has pleiotrophic effect as an antiinflamation,soexpecting its effect could control the inflammation and decrease the length ofreaching clinical improvement in pneumonia patients.Method and analysis: This study was clinical quasy experimental and performedby using pre test and post test design. The subjects were inpatient pneumonia inDr. Moewardi hospital in February to April 2016.Thirty subjects were taken byconsecutive sampling and divided into two groups, 15 subjects respectively. Result: The Pro-CT median decreased from 1.66 (0.05-20) (pre test) to 0.05(0.02-16.02) (post test) in pravastatin group and the difference was significantstatistically (p=0.015). The Pro-CT median decreased from 0.26 (0.05-80) (pretest) to 0.14 (0.02-60.94) (post test) in control group and the difference was notsignificant statistically (p=0.162). There was no significant difference statistically(p=0.734) in median of time (day) that needed to reach clinical improvementbetween pravastatin group 4.00 (3.00-6.00) and control group 4.00 (3.00-6.00).Conclusion: Pravastatin has influence to decrease the Pro-CT level, but it doesnot have influence to decrease the IL-6 level and length of time of clinicalimprovement in pneumonia patients.