Penulis Utama : Vintia Anggraini
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C0212067
Tahun : 2016
Judul : Kesinoniman verba insani dalam Bahasa Indonesia
Edisi :
Imprint : Surakarta - FIB - 2016
Kolasi :
Sumber : UNS-FIB Jur. Sastra Indonesia-C.0212067-2016
Subyek : SINONIM
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Permasalahan dalam penelitian ini mencakup dua hal, yaitu: (1) Bagaimana bentuk kesinoniman verba insani dalam bahasa Indonesia? (2) Bagaimana komponen makna verba insani yang bersinonim dalam bahasa Indonesia?
Tujuan penelitian ini mencakup dua hal, yaitu: (1) Mendeskripsikan bentuk kesinoniman verba insani dalam bahasa Indonesia. (2) Mendeskripsikan komponen makna verba insani yang bersinonim dalam bahasa Indonesia.
Objek penelitian ini adalah kesinoniman. Data penelitian ini berupa pasangan leksem verba bahasa Indonesia yang memiliki kesinoniman yang berciri (+INSAN) beserta artinya. Selain itu, digunakan pula beberapa kalimat sebagai cara untuk menentukan ciri pembeda leksem yang memiliki kesinoniman.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif sehingga dapat disajikan fakta kebahasaan mengenai kesinoniman verba insani dalam bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan teknik ganti dan metode analisis komponen makna.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa bentuk kesinoniman verba insani dalam bahasa Indonesia melalui teknik ganti tidak ada yang bersinonim mutlak. Hal itu terlihat dari pasangan sinonimi dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi 9 kelompok, antara lain: (1) satu leksem lebih umum daripada yang lain, (2) satu leksem lebih intens daripada yang lain, (3) satu leksem lebih emotif daripada yang lain, (4) satu leksem lebih mencakup penolakan moral, sedangkan yang lain netral, (5) satu leksem lebih profesional daripada yang lain, (6) satu leksem lebih literer daripada yang lain, (7) satu leksem lebih kolokial daripada yang lain, (8) satu leksem lebih bersifat dialek daripada yang lain, dan (9) salah satu pasangan sinonim lebih bersifat kanak-kanak. Atas dasar analisis komponen makna, ditemukan sebanyak 38 dimensi makna dan 208 komponen makna dalam kesinoniman verba insani dalam bahasa Indonesia. Terakhir, berdasarkan analisis komponen makna, dapat disimpulkan bahwa leksem-leksem yang bersinonim memiliki komponen makna yang berbeda dengan paling banyak dua komponen.

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HALAMAN DEPAN.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
06.jpg
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Bakdal Ginanjar, S.S, M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya