Penulis Utama : Puri Puspita Hidayati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Analisis hubungan antara motivasi menjadi guru dan prestasi pengajaran mikro dengan Kemampuan mengajar sejarah dalam Program pengalaman lapangan
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2006
Kolasi : xiv, 101 hal.
Sumber : UNS-FKIP Jur Pendidikan IPS-K 4402036-2006
Subyek : MOTIVASI MENJADI GURU
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi hubungan antara: (1) Motivasi menjadi Guru dengan Kemampuan Mengajar Sejarah dalam Program Pengalaman Lapangan; (2) Prestasi Pengajaran Mikro dengan Kemampuan Mengajar Sejarah dalam Program Pengalaman Lapangan; (3) Motivasi menjadi Guru dan Prestasi Pengajaran Mikro secara bersama-sama dengan Kemampuan Mengajar Sejarah dalam Program Pengalaman Lapangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan penyajian data secar a deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah menempuh Mata Kuliah Program Pengalaman Lapangan sebanyak 88 mahasiswa dengan mengambil sampel sebanyak 40 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi dan regresi. Sebelum data dianalisis, dilakukan uji validitas dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment dan uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil uji coba penelitian menunjukkan bahwa semua butir pertanyaan pada variabel Motivasi Menjadi Guru adalah valid dan reliabel. Hasil uji hipotesis penelitian menunjukkan: (1) Ada hubungan yang positif dan signifikan antara Motivasi Menjadi Guru dengan Kemampuan Mengajar Sejarah dalam Program Pengalaman Lapangan. Hal ini terbukti dari perhitungan yang menunjukkan harga thitung = 3,250 yang lebih besar dari ttabel pada  = 0,05 sebesar 2,02 dan untuk  = 0,01 sebesar 2,70. Koefisien korelasi kedua variabel sebesar 0,466 sehingga koefisien determinasinya sebesar 0,218. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa 21,8 % variansi yang ada pada variabel Kemampuan Mengajar Sejarah dalam Program Pengalaman Lapangan dapat diprediksi oleh variabel Motivasi Menjadi Guru melalui persamaan regresi Ŷ = 2,249 + 0,01060 X1. Koefisien regresi kedua variabel sebesar 0,01060. Angka tersebut menunjukkan bahwa apabila Motivasi Menjadi Guru meningkat sebanyak satu unit skor, maka akan berpengaruh terhadap peningkatan Kemampuan Mengajar Sejarah dalam Program Pengalaman Lapangan sebesar 0,01060 unit skor dengan konstanta 2,249; (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Prestasi Pengajaran Mikro dengan Kemampuan Mengajar Sejarah dalam Program Pengalaman Lapangan. Hal ini terbukti dari perhitungan yang menunjukkan harga thitung= 4,251 yang lebih besar dari ttabel pada  = 0,05 sebesar 2,02 dan untuk  = 0,01 sebesar 2,70. Koefisien korelasi kedua variabel sebesar 0,568 sehingga koefesien determinasinya sebesar 0,322. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa 32,2 % variansi yang ada pada variabel Kemampuan Mengajar Sejarah dalam Program Pengalaman Lapangan dapat diprediksi oleh variabel Prestasi Pengajaran Mikro melalui persamaan regresi Ŷ = 2,137 + 0,417 X2. Koefisien regresi kedua variabel sebesar 0,417. Angka tersebut menunjukkan bahwa apabila Prestasi Pengajaran Mikro meningkat sebanyak satu unit skor, maka akan berpengaruh terhadap peningkatan Kemampuan Mengajar Sejarah dalam Program Pengalaman Lapangan sebesar 0,417 unit skor dengan konstanta 2,137; (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Motivasi Menjadi Guru dan Prestasi Pengajaran Mikro dengan Kemampuan Mengajar Sejarah dalam Program Pengalaman Lapangan. Hal ini terbukti dari perhitungan yang menunjukkan harga Fhitung = 13,744 yang lebih besar dari Ftabel pada  = 0,05 sebesar 3,23 dan untuk  = 0,01 sebesar 5,18. Korelasi ganda antara ketiga variabel memiliki koefisien korelasi sebesar 0,653. Dari angka korelasi ini maka taksiran koefisien determinasinya sebesar 0,426. Angka tersebut menunjukkan bahwa 42,6 % variansi yang ada pada variabel Kemampuan Mengajar Sejarah dalam Program Pengalaman Lapangan dapat diprediksi oleh variabel Motivasi Menjadi Guru dan Prestasi Pengajaran Mikro melalui regresi Ŷ = 1,505 + 0,007623 X1 + 0,349 X2.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Skripsi I.pdf
Skripsi II.pdf
Skripsi III.pdf
Skripsi IV.pdf
Skripsi V.pdf
Daftar Pustaka Skripsi.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Mulyoto, M. Pd.
2. Dr. Nunuk Suryani, M. Pd.
Catatan Umum : 1416/2006
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa